Breaking News:

Berita Bisnis

Pajak Mobil Jadi Nol Persen, Angin Segar Industri Otomotif, Ini Kata Dealer Lokal di Palembang

Lewat kebijakan tersebut pemerintah bermaksud meningkatkan pertumbuhan industri otomotif dengan local purchase kendaraan bermotor di atas 70 persen.

Penulis: Hartati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNNEWS.COM/ HERUDIN
Pemerintah memberikan relaksasi pajak penambahan nilai barang mewah (PPnBM) mobil nol persen mulai Maret 2021.Gambar ilustrasi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kebijakan pemerintah bakal memberikan relaksasi pajak penambahan nilai barang mewah (PPnBM) mobil nol persen akan mulai dilakukan secera bertahap Maret dengan menargetkan pendapatan negara bertambah hingga Rp 1,4 triliun serta mendukung industri.

Dikutip dari Kompas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru bakal menambah pendapatan negara karena harga jual mobil menjadi lebih murah sehingga diharapkan bakal meningkatkan purchasing power dari masyarakat dan memberikan jumpstart pada perekonomian.

Relaksasi PPnBM dilakukan secara bertahap selama 9 bulan, yang tiap tahap berlangsung dalam 3 bulan. Terdiri dari tahap pertama dengan PPnBM 0 persen, tahap kedua PPnBM 50 persen, dan tahap ketiga PPnBM 25 persen.

Insentif ini berlaku untuk mobil pada segmen kendaraan dengan cc < 1500 yaitu untuk kategori sedan dan 4x2. Relaksasi tersebut ditargetkan akan mulai diberlakukan pada 1 Maret 2021.

Maka lewat kebijakan tersebut pemerintah bermaksud meningkatkan pertumbuhan industri otomotif dengan local purchase kendaraan bermotor di atas 70 persen.

Ia mengatakan, dengan skenario relaksasi PPnBM dilakukan secara bertahap, maka berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) diperhitungkan dapat terjadi peningkatan produksi yang akan mencapai 81.752 unit.

“Kebijakan tersebut juga akan berpengaruh pada pendapatan negara yang diproyeksi terjadi surplus penerimaan sebesar Rp 1,62 triliun,” ungkapnya.

Sementara itu di tingkat lokal, kebijakan ini juga akan membawa angin segar karena bisa mendongkrak penjualan mobil. Namun di satu sisi juga sebaliknya, masyarakat justru menunda membeli mobil dan baru akan membeli mobil saat kebijakan ini sudah dilakukan.

"Sekarang kita menunggu petunjuk teknis dari pusat bagaimana skema pajak nol persen itu perhitungannya sehingga baru tahu nanti berapa pajak yang diturunkan itu," ujar Kepala Cabang TAG Palembang Hadi Maryanto, Jumat (12/2/2021).

Baca juga: Hujan Semalam Suntuk Jalinsum Lahat-Pagaralam Ambles, Lalu lintas Lewat Jalan Alternatif Gumay Ulu

Hadi mengatakan jangan sampai kebijakan relaksasi pajak mobil ini justru membuat konsumen menunda pembelian mobil bulan ini dan baru akan membeli mobil setelah pajak penambahan nilai nol persen itu diterapkan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved