Berita Kriminal Palembang

Nikah Baru 1 Bulan, Wanita Muda Ini Menangis Histeris Peluk Ibu, Suami Curi Sepeda Ditangkap Polisi

Gustia Miranda (18), istri Rian (36) pelaku pencurian sepeda terus menangis di pelukan ibunya mengetahui suaminya ditangkap polisi.

Penulis: Pahmi Ramadan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/PAHMI IRAWAN
Miranda menangis di pelukan ibunya di Polsek Seberang Ulu II Palembang, Sabtu (13/2/2021). Baru menikah satu bulan, suaminya ditangkap polisi karena mencuri sepeda. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Gustia Miranda (18), istri Rian (36) pelaku pencurian sepeda di Jalan Jaya VII, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang pada Senin (8/2/2021) pukul 04.00 WIB, terus menangis di pelukan ibunya mengetahui suaminya ditangkap polisi.

Terlihat Miranda menangis sambil menujuk ke arah tempat suaminya ditahan.

"Suamiku bu, suamiku," ujarnya Sabtu (13/2/2021).

Ditanyai wartawan Tribunsumsel.com mengenai tertangkap suaminya, Miranda hanya diam saja sambil menangis.

Diketahui pada saat menjalakan aksinya yang terakhir, Rian kepergok penjaga malam sehingga sepedanya ditinggalkan di TKP.

"Dia bekerja serabutan, saya juga kaget mengetahui menantu saya ditangkap," tutup ibu Miranda singkat.

Sebelumnya diberitakan, baru satu bulan menikah, Rian (36) ditangkap Polsek Seberang Ulu II Palembang, lantaran aksinya terekam CCTV pada saat sedang mencuri sepeda di Jalan Jaya VII, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang pada Senin (8/2/2021) pukul 04.00 WIB.

Baca juga: 2 Oknum Polisi Polda Sumsel Ditangkap Saat Transaksi Narkoba, Ini Respon Kapolda

Baca juga: Begal di Sungai Menang Ancam Korban Pakai Senpi, Paksa Serahkan Motor, 1 Ditangkap 1 Kabur

Ditemui di Polsek Seberang Ulu II Palembang Rian mengatakan, aksi tersebut dilakukannya lantaran ingin memenuhi permintaan istrinya yaitu ingin memiliki sepeda.

"Dia ingin punya sepeda, dan setelah dapat sepeda itu rencananya ingin kami pakai sendiri," ujar Rian warga Kecamatan Seberang Ulu II Palembang, Sabtu (13/2/2021).

Lanjut Rian menuturkan, sebelum ia mengambil sepeda korban ia terlebih dahulu mengintai rumah korban.

"Saya mondar-mandir melewati rumah korban untuk melihat situasi dan kondisi," katanya.

Setelah dirasa waktunya sudah pas, pelaku kemudian menjalankan aksinya.

"Saya panjati pagar rumah korban, kemudian saya ambil sepeda korban digudang yang tidak terkunci," bebernya.

Kemudian pelaku langsung pergi membawa sepeda korban ke rumah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved