Mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin Dituding Radikal, Dahnil Anzar Akhirnya Angkat Bicara

Dahnil Anzar Simanjuntak Angkat Bicara Usai Mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin Dituding Radikal

Editor: Slamet Teguh
TRIBUNNEWS.COM/ABDUL QODIR
Din Syamsuddin 

TRIBUNSUMSEL.COM - Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak ikut akat bicara usai Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dituding radikal.

Dahnial membela Din Syamsuddin  yang dituding radikal dan dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) oleh Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni Institut Teknologi Bandung.

Dahnil mengatakan tuduhan tersebut tidak berdasar dan berangkat dari keterbatasan pengetahuan terhadap kiprah Din sebagai tokoh lintas agama. 

Ia mengaku mengenal baik Din sebagai tokoh Islam moderat yang mengusung isu moderasi Islam.

Dahnil mengaku mengenal Din sebagai President Religion for Peace Asia and Pacific ketika ia menjabat sebagai President Religion for Peace Youth Interfaith Network Asia and Pacific.

Baca juga: Istana Akhirnya Angkat Bicara Usai Jusuf Kalla Sindir Jokowi Tentang Bagaimana Kritik Pemerintah

Baca juga: Wako Hadiri Pembukaan Munas IV APEKSI di Istana Negara

Baca juga: Istana Angkat Bicara Usai Kwik Kian Gie Ketakutan Diserang Buzzer Karena Kritik Utang Pemerintah

Menurutnya Din adalah satu di antara tokoh yang sangat dihormati para tokoh-tokoh lintas agama dunia.

Selama ini, kata Dahnil, Din kerap memperkenalkan wajah Islam moderat dari Indonesia yang mengusung perdamaian, keberagaman, dan toleransi.

"Jadi kalau ada sekelompok orang yang menuduh Pak Din adalah tokoh Islam radikal bahkan melaporkan beliau, saya pikir itu adalah tindakan yang ahistoris, berangkat dari pengetahuan yang sangat terbatas. Bahkan tindakan yang seperti itu melanggengkan kebencian politik yang teramat sangat," kata Dahnil dalam tayangan yang diunggah di akun instagramnya, @dahnik_anzar_simanjuntak, pada Jumat (12/2/2021).

Dahnil yang saat ini menjabat sebagai Juru Bicara Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menilai kritik yang disampaikan Din selama ini kepada pemerintah masih wajar.

Menurutnya kritik yang disampaikan Din tidak ada satupun yang berangkat dari kebencian melainkan kritik yang bersifat membangun. 

Ia pun yakin pemerintah menghormati kritik yang disampaikan Din. 

"Jadi stop lah memecah belah dengan menuduh pihak lain yang kritis sebagai mereka yang radikal. Dan saya dari dalam pemerintahan sangat senang kalau ada kritik yang sekeras apapun. Sama seperti ketika Pak Din  berada di dalam pemerintahan, saya berada di luar pemerintahan, saya juga melalukan kritisasi yang keras. Sering kali juga beberapa kelompok menuduh saya radikal. Jadi tindakan seperti itu jangan terus diulangi. Kita ingin pemerintah bekerja dengan baik saat ini," kata Dahnil. 

Diberitakan Warta Kota, Din Syamsuddin dilaporkan atas tuduhan radikalisme oleh Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni Institut Teknologi Bandung.

Ia dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Sejumlah pihak pun mempertanyakan motif dari laporan tersebut.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dahnil Anzar Simanjuntak Bela Din Syamsuddin yang Dituding Radikal.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved