Breaking News:

Berita Palembang

Rasakan Perbedaan Imlek di Tengah Pandemi, Ini Ungkapan Everene Viciensia, Owner EV Nail and Last

Di Imlek tahun ini, pastinya ada banyak harapan, termasuk pandemi segera berakhir. Semuanya dapat melakukan aktivitas seperti biasa lagi

ISTIMEWA
Owner EV Nail and Last Palembang Everene Viciensia. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tahun Baru Imlek, biasanya menjadi ajang keluarga keturunan Tionghoa untuk berkumpul bersama.

Akan tetapi, di tahun ini, karena masa pandemi hal tersebut tidak dapat dilakukan.

Owner EV Nail and Last Palembang Everene Viciensia menceritakan bagaimana keseruan keluarga besarnya bisa merayakan imlek bersama. Namun tahun ini, tidak dapat berkumpul bersama keluarga besar.

"Makan bersama keluarga, dilakukan malam sebelum Imlek. Saat malam, ada berbagai hidangan khas Tionghoa-Indonesia yang disajikan. Makna Imlek sendiri menurut saya, kumpul-kumpul bersama keluarga besarnya. Saat Imlek, semua keluarga besar kumpul," ujar mahasiswi Jurusan Manajemen Universitas Musi Palembang ini, Jumat (12/2/2021).

Selain kumpul bersama, merayakan Chinese New Year saat bertemu dengan keluarga besar juga memberi salam Gong Xi Fa Cai. Menurutnya, sembari mengepalkan tangan kanan di dada lalu dibungkus dengan telapak tangan kiri sebagai tanda penghormatan.

"Selesai memberi salam, orang yang sudah menikah akan memberikan angpao kepada orang yang belum menikah. Hal ini juga yang ditunggu saat Imlek," katanya.

Harga Kedelai Terus Naik, Perajin Tahu Tempe di Lubuklinggau Tak Balik Modal, Sepakat Setop Produksi

Pria Muda Ditangkap Saat Melintas di Jalinsum Musirawas, Bawa 200 Butir Inek dan 1,4 Gram Sabu

Lanjut dara kelahiran 28 Oktober 1999 ini, karena dari tradisi Tionghoa pernikahan dianggap sebagai batas kedewasaaan seseorang. Jadi bagi orang dewasa, tetapi belum menikah masih boleh menerima angpao.
Ini sebagai simbol memberi nasib baik dan juga mendoakan agar cepat mendapatkan jodoh.

Ia mengungkapkan, beberapa tahun lalu perayaan Imlek terbilang meriah. Selain bisa kumpul bersama keluarga besar, juga bisa pergi sembahyang. Bahkan, mendatangi Pulau Kemaro.

Tetapi, tahun ini di tengah pandemi tradisi kumpul-kumpul merayakan Imlek bersama dengan keluarga besar tidak dapat dilaksanakan. Sembahyang dan juga berdoa, hanya dilakukan di rumah.

"Akan tetapi, meskipun begitu tidak harus mengurangi makna imlek itu sendiri. Tetap bisa merayakan Imlek di rumah, meski dalam kondisi pandemi saat ini. Di Imlek tahun ini, pastinya ada banyak harapan, termasuk pandemi segera berakhir. Semuanya dapat melakukan aktivitas seperti biasa lagi," pungkasnya.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved