Breaking News:

Berita OKI

Kades Simpang Tiga Makmur OKI Dilaporkan ke Polda Sumsel, Syamsul Bahri : Ya Silahkan, itu Sah saja

Kepala Desa Simpang Tiga Makmur Kecamatan Tulung Selapan OKI, Syamsul Bahri dilaporkan ke Polda Sumsel terkait dugaan pemalsuan tanda tangan.

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Mantan Ketua BPD Simpang Tiga Makmur Kecamatan Tulung Selapan, Erika setelah melaporkan dugaan tindak pemalsuan tanda tangan ke Polda Sumatera Selatan, Kamis (11/2/2021) dan Bukti duggan pemalsuan tanda tangan menyangkut anggaran Dana Desa (DD) rentang tahun 2016-2019. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Kepala Desa Simpang Tiga Makmur Kecamatan Tulung Selapan kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diduga memalsukan tanda tangan menyangkut anggaran Dana Desa (DD) rentang tahun 2016-2019.

Perbuatan oknum Kades yang bernama Syamsul Bahri, telah dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan dengan hasil Surat tanda terima laporan polisi Nomor STTLP/131/II/2021/SPKT tertanggal 10 Februari 2021.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, mantan Ketua BPD Simpang Tiga Makmur Kecamatan Tulung Selapan OKI, Erika mengungkapkan perbuatan Kades sudah merugikan banyak pihak.

"Jelas-jelas kami sudah sangat dirugikan atas pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oknum Kades,"

"Setiap musyawarah desa (musdes) dari tahun 2016-2019 digelar, Ketua BPD berikut anggota BPD termasuk Sekdes setempat tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan pembangunan," terangnya kepada Tribunsumsel.com, Kamis (11/2/2021).

Pasutri Owner Arisan Puspa Dewi Dilaporkan ke Polisi, Puluhan Ibu Muda di Kayuagung Jadi Korban

Dilanjutkan Erika, seharusnya dalam setiap musdes yang membahas perencanaan pembangunan maka Kades wajib melibatkan perangkat BPD maupun sekdes dan warga.

"Kami tidak pernah dilibatkan, tau-tau tanda tangan sudah tertera. Itu semua tanda tangan kami yang dipalsukan,"

"Kami minta penyidik kepolisian Polda Sumsel dapat memproses masalah ini," pungkasnya.

Selain pemalsuan tanda tangan, banyak kejanggalan penggunaan anggaran DD Simpang Tiga Makmur yang besarannya dalam setahun berkisar Rp 900 juta sampai Rp 1,2 miliar, serta disinyalir juga diselewengkan oleh oknum Kades tersebut.

"Jadi waktu itu keanehan terjadi saat pembangunan lapangan olahraga yang dibangun 2018 menggunakan anggaran tahun tersebut, tapi justru kembali dibangun di tahun 2019,"

Halaman
12
Penulis: Winando Davinchi
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved