Breaking News:

Berita Muaraenim

Debu Jalanan Masuk Rumah, Warga Desa Karang Raja Muaraenim Ancam Stop Mobil Angkutan Batubara

Warga Desa Karang Raja Muaraenim mengancam akan menyetop seluruh mobil angkutan batubara yang melintas. Hal itu persoalan debu jalan mengotori rumah.

SRIPOKU/ARDANI
Mediasi lanjutan antara perwakilan perusahaan batubara yakni PT MME, PT BAS, dan PT PGU dengan masyarakat Desa Karang Raja di Balai Kantor Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Kamis (11/2/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM,---Karena tidak ada kepastian keputusan penyelesaian dari perusahaan batubara yang mengotori jalan akibat ceceran batubara, warga Desa Karang Raja mengancam akan menyetop seluruh mobil angkutan batubara yang melintas di Desa Karang Raja. 

Hal tersebut terungkap pada mediasi lanjutan antara perwakilan perusahaan batubara yakni PT MME, PT BAS, dan PT PGU dengan masyarakat Desa Karang Raja di Balai Kantor Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Kamis (11/2/2021).

Dalam pertemuan musyawarah tersebut dipimpin oleh Kades Karang Raja, Okta Vianty bersama perangkat desa Karang Raja, dengan dihadiri Sekcam Muara Enim Arifudin, Perwakilan Polres Muara Enim, dan TNI serta pihak terkait.

Selain itu dihadiri juga dari perwakilan ketiga perusahaan tambang batubara yakni PT MME, PT BAS, dan PT PGU serta perwakilan masyarakat Desa Karang Raja.

Menurut Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Karang Raja Hasan, bahwa masyarakat sangat kecewa, sebab dari kesepakatan beberapa hari yang lalu pada malam hari di rumah

Kepala Desa Karang Raja telah disepakati dan pihak perusahaan berjanji tuntutan masyarakat akan ditindaklanjuti tujuh hari dari pertemuan dan sudah ada hasilnya.

Namun pada pertemuan kedua hari ini, ternyata belum putus karena yang datang bukan orang yang bisa memutuskan.

Dan pihak perusahaan minta waktu kembali pada hari Sabtu (13/2).

Dan ini sangat mengecewakan masyarakat padahal pernyataan diatas materai perwakilan perusahaan, Kepala Desa, perwakilan dari Polres sudah ditangani namun diingkari janji kembali.

"Masyarakat desa karang Raja Cinta Damai, bila mengingkari lagi jangan salahkan kami dan jangan ada dusta di antara kita," tegas Hasan.

Halaman
123
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved