Breaking News:

Berita OKU Selatan

Danau Ranau Ditutup, Pelaku Usaha Gigit Jari Hingga Telan Kerugian Jutaan Rupiah

Penutupan destinasi wisata di OKU selatan berdampak pada para pelaku usaha. Satu diantaranya di kawasan Danau Ranau yang mengaku mulai merugi.

SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Usaha disekitaran Wisata Danau Ranau, OKU Selatan, Rabu (10/2/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA--Penutupan area wisata di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) berdampak tidak baik bagi sejumlah pelaku usaha micro kecil menengah (UMKM) khususnya diarea destinasi wisata Danau Ranau.

Sebelumnya Pemda setempat mengeluarkan surat edaran, menutup seluruh area wisata sejak 9 Februari hingga waktu yang belum ditentukan.

Hal itu guna menekan kenaikan kasus positif wabah Covid-19 atau virus corona.

Namun, pengembang wisata swasta hingga pedagang harus gigit jari.

Dikarenakan selain harus membayar honor karyawan sementara omset jeblok karena tak adanya kunjungan wisata.

Diungkapkan Yaser Arafat, salah seorang pengembang wisata taman bunga bukit mutiara garden terpaksa menelan resiko kerugian dimulai dari biaya operasional untuk kebun bunga diarea yang dikelolanya.

"Jelas berdampak sangat buruk, sebab untuk biaya perawatan rutin kebun bunga perharinya diharuskan mengeluarkan biaya Rp 300 ribu untuk 3 orang pegawai,"ujarnya dihubungi Sripoku.com, Rabu (10/2).

Pemilik usaha taman bunga Yaser,  yang mulai ramai digandrungi wisatawan menyebut, pengelolaan taman bunga berbeda dengan wisata lainnya, meskipun tak ada kunjungan untuk menghindari kerugian yang lebih tinggi harus melakukan perawatan rutin di kebun bunga seluas 2 hektare itu.

"Ya, karena merawat bunga setiap hari harus dilakukan agar tidak rusak yang berakibat merugi bisa puluhan juta, itupun belum lagi biaya pembersihan rumput dilakukan seminggu sekali,"terangnya.

Hal sama dituturkan pelaku usaha melalui ketua plaza Farid yang disampaikan oleh Sudirman selaku wakil sekaligus pelaku usaha harus kehilangan omset jutaan rupiah perharinya hingga terpaksa membayar separuh upah karyawan.

"Normalnya sehari itu omset masuk bisa mencapai  Rp 1 juta rupiah, namun setelah wisata ditutup tak ada kunjungan, bahkan gaji karyawan terpaksa dibayar separuh, walaunpun mereka mengerti,"ujar Sudirman.

Tak hanya itu, karena usaha sementara ini tak berjalan ia terpaksa mengistirahatkan dua orang pegawainya, terlebih pihaknya mempunyai kewajiban membayar sewa kios hingga biaya operasional lainnya.

"Gaji karyawan terpaksa dibayar separuh, alhamdulillah mereka (pegawai) maklum, Kalau biaya yang dikeluarkan untuk sewa kios Rp 10 ribu perhari, tapi diundur pembayarannya,"terangnya.

Meskipun, sejumlah pelaku telah mempersiap ramainya pengunjung dihari imlek yang batal terwujud.

selaku pihak yang terdampak, ia berharap kebijakan pemda dengan penutupan wisata di Danau Ranau, dapat diminimalisir penyebaran virus corona di OKU Selatan. (SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH)

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved