Breaking News:

Pilkada Kota Palembang Tetap 2024, Peta Persaingan Diprediksi Ketat

Pilkada serentak kota Palembangtetap dilaksanakan pada tahun 2024. Siapa yang bakal diuntungkan dalam Pertarungan Kali ini ?

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Yohanes Tri Nugroho
net
ilustrasi pilkada. Pilkada serentak kota Palembang, yang direncanakan tetap dilaksanakan pada tahun 2024.Memberi peluang bagi kandidat diluar kekuasaan saat ini yang masih menjabat untuk kursi Palembang 1 atau Walikota 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Pilkada serentak kota Palembang, yang direncanakan tetap dilaksanakan pada tahun 2024 oleh pemerintah, jelas akan memberi peluang bagi kandidat diluar kekuasaan saat ini yang masih menjabat untuk kursi Palembang 1 atau Walikota.

Termasuk Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda alias Finda, yang masa jabatannya sendiri akan berakhir pada 2023 mendatang.

Menurut pemerhati politik Sumsel Bagindo Togar Butar Butar, dengan Pilkada Palembang dilaksanakan pada 2024, maka semua kandidat yang bertarung tetap memiliki peluang yang sama besar untuk menjadi pemenang.

"Kalau Pilkada Palembang dilaksanakan 2020, maka semua sama- sama berpeluang, dan paking berpeluang dari luar (bukan pemerintahan atau petahana)," kata Bagindo, Rabu (3/2/2021).

Dijelaskan Bagindo, mengapa para petahana khususnya Finda yang notabanenya Wakil Walikota Palembang saat ini, dikarenakan faktor psikologi setelah tidak menjabat, karena masa jabatannya sudah berakhir.

"Mereka selama ini dimudahkan jabatan publik diembannya selama ini,  kalau tidak lagi menjabat tidak biasa. Tapi yang dari luar lebih mudah membiasakannya dirinya untuk bertarung," tuturnya.

Diakui Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya (Fordes) ini, jika hal ini pernah terjadi di Pilkada DKI Jakarta pada 2017 lalu, dimana saat itu orang luar dalam hal ini Anies Baswedan bersama Sandiaga Uno berhasil menumbangkan petahana saat itu.

"Anies mengalahkan Ahok, dari orang luar meski tak dipungkiri ia pernah menjabat menteri pendidikan sebelumnya," tuturnya.

Bagaimana dengan mereka- mereka yang selama ini pernah bertarung di Pilkada Palembang sebelumnya, seperti Sarimuda dan Mularis Djahri, apakah tetap memiliki peluang, ia menilai peluang keduanya hampir dipastikan sulit bersaing.

"Susah, sebab mengalahkan psikologi traumatik akan susah menghilangkannya. Seperti Mularis dan Sarimuda yang kalah sudah beberapa kali, mengingat juga modal yang dikeluarkan bukan kecil," tandasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved