Breaking News:

2021 PTBA Akan Bangun Pabrik DME di Tanjung Enim

Hilirisasi dilakukan dengan pembangunan pabrik gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Eter (DME) yang nantinya diharapkan bisa menjadi substitusi LPG

ISTIMEWA
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana untuk mulai pengembangan hilirisasi dan pemanfaatan nilai tambah produk batu bara pada tahun ini. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana untuk mulai pengembangan hilirisasi dan pemanfaatan nilai tambah produk batu bara pada tahun ini.

Hilirisasi dilakukan dengan pembangunan pabrik gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Eter (DME) yang nantinya diharapkan bisa menjadi substitusi LPG yang angka impornya kian tahun terus membengkak.

Sekretaris Perusahaan PTBA, Apollonius Andwie C, menyampaikan rencana tersebut kepada Tribunsumsel, Jumat (29/1/2021).

Menurut Apollo, poyek ini adalah bagian dari proyek strategis PTBA dan sudah masuk dalam program strategis nasional yang ditandatangi oleh Presiden RI Joko Widodo melalui terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No 109 Tahun 2020.

"Dan terkait hal ini, Proyek Strategis Nasional (PSN) gasifikasi batu bara menjadi dimethyl eter (DME) ini secara resmi telah disepakati dan diteguhkan komitmennya pada Kamis (10/12/2020) yang lalu, Kerja sama tersebut melibatkan PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam, Tbk dan Air Products and Chemicals Inc," katanya.

Ia menjelaskan dalam kesepakatan tersebut,PTBA,Air Products serta Pertamina bersama-sama akan membangun pabrik DME ini.

"Dimana PTBA mempunyai peran akan menyiapkan Infrastruktur lahan dan yang lainnya kemudian menyediakan batubara.” Kemudian, lanjutnya, untuk Air Prouducts akan melakukan investasi untuk pabrik ini secara keseluruhan dengan skema BOT.

"Dan nantinya Pertamina yang akan menjadi pembeli dari produk ini, adanya produk ini diharapkan nantinya bisa membantu Pertamina untuk mengurangi impor elpiji," katanya.

Pabrik DME ini akan didirikan di Tanjung Enim dengan nilai investasi sekitar 2,1 miliar USD.

"Rencananya 2021 ini akan segera dibangun,” jelasnya.

Saat ini terdapat rencana pemerintah memberikan insentif berupa royalti 0% untuk produk hilirisasi batu bara, terutama untuk gasifikasi.

Ia optimistis insentif yang tengah disiapkan oleh pemerintah untuk gasifikasi ini dapat mendukung DME agar keekonomiannya bisa tercapai sebagai Proyek Strategis Nasional.

Ia menambahkan, hal ini juga dapat menjadi awal yang bagus untuk ketahanan energi dan dapat mendorong perusahaan lain untuk ikut melakukan hal yang sama dalam mendukung upaya pemerintah dalam mendorong pemanfataan nilai tambah hasil tambang, terutama batu bara.

Ikuti Kami di Google Klik

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved