WHO Mulai Bergerak Selidiki Asal Usul Covid-19 di Wuhan, China Disebut Hindari Kesalahan

WHO Mulai Bergerak Selidiki Asal Usul Covid-19 di Wuhan, China Disebut Hindari Kesalahan

Editor: Slamet Teguh
(ROMAN PILIPEY/EPA-EFE)
Warga berjalan memakai masker di jalanan yang masih dipasang pagar pembatas di Wuhan, China, 30 Maret 2020. Warga Wuhan bersiap memulai kembali aktivitasnya setelah lockdown dua bulan. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pandemi Covid-19 sudah lebih setahun menjadi masalah bagi seluruh orang di dunia.

Pertama kali ditemukan di Wuhan pada akhir tahun 2019, kini virus tersebut telah menyebar keseluruh dunia.

Untuk itu Tim peneliti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai melakukan penyeledikan terkait kasus ini.

Tim peneliti WHO memulai misi penyelidikan lapangan mencari fakta tentang asal-usul virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China, yang menyebabkan pandemi Covid-19 menyebar ke seluruh di dunia.

Sebenarnya tim peneliti WHO sudah berada di Wuhan sejak Kamis (14/1/2021) lalu.

Tetapi mereka masih harus diharuskan menyelesaikan 14 hari di karantina setelah tiba di China.

Tim peneliti WHO terlihat meninggalkan hotel karantina dan naik bus di tengah hari, Kamis (28/1/2021), seperti dilansir Associated Press (AP).

Misi ini disebut menjadi bermuatan politis karena China dianggap berusaha untuk menghindari kesalahan atas dugaan awal kesalahan langkah dalam penanganan atau respon awalnya terhadap wabah.

Muncul pertanyaan utama, ke mana otoritas China akan mengizinkan para peneliti WHO pergi dan dengan siapa mereka akan dapat berbicara.

Awal bulan ini, mantan pejabat WHO Keiji Fukuda, yang bukan bagian dari tim di Wuhan, memperingatkan agar tidak mengharapkan adanya terobosan dalam kisi Covid-19.

Dia mengatakan mungkin perlu bertahun-tahun sebelum kesimpulan tegas  dapat dibuat terkait asal virus corona.

"Ini sekarang lebih dari setahun yang lalu ketika semuanya dimulai," katanya.

"Begitu banyak bukti fisik yang akan hilang. Kenangan atau ingatakn orang-orang tidak tepat dan mungkin tata letak fisik dari banyak tempat akan berbeda dari awal kejadian dan bagaimana orang bergerak dan sebagainya," ujarnya.

Di antara tempat-tempat yang mungkin mereka kunjungi adalah Pasar Makanan Laut Huanan, yang terkait dengan banyak kasus pertama, serta lembaga penelitian dan rumah sakit yang merawat pasien pada puncak wabah.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved