Sinetron Ikatan Cinta RCTI
Rangkuman Ikatan Cinta RCTI Eps 138, Rupanya Anting Jadi Pembuka Misteri Pembunuhan Roy
Rangkuman Ikatan RCTI Eps 138: Al bertekad bawa pulang Andin, anting Elsa jadi bukti baru, Rafael bela Andin, Surya minta Al selesaikan masalah mereka
TRIBUNSUMSEL.COM - Sinetron Ikatan Cinta RCTI Episode 138, Senin (25/1/2021), menyajikan cerita tentang Andin yang telah mendampingi Reyna dan Al yang senang melihat keakraban mereka sembari bertekad membawa Andin pulang.
Andin dan Aldebaran berhasil sampai ke sekolah Reyna tepat waktu, lalu tersaji Andin yang sedang akrab memasak bersama Reyna.
Melihat kemesraan anak dan ibu, Aldebaran (Al) merasa sudah selayaknya Andin dekat dengan Reyna, sebenarnya Nindi, anak kandung Andin hasil buah cinta dengan Nino.
Selain itu, Aldebaran bertekad membawa Andin pulang demi Reyna, tapi Andin belum mau pulang walau Rosa memujuknya.
Maka, muncul masalah baru, Andin meninggalkan tugas mengajar dan dosen di dalamnya menegur Andin, hingga seorang dosen mengungkit masa lalu Andin yang mantan narapidana.
Namun, Rafael, teman Andin saat kuliah yang jadi dosen, ternyata membela Andin dengan berbohong membawa nama ayahnya, ketua yayasan universitas.
Semua demi melindungi Andin yang sudah seperti adiknya sendiri.
Di sisi lain, Elsa semakin panik, sebab ternyata pasangan anting yang ada pada Sarah, ada pada Andin yang terbawa saat membunuh Roy dan masuk ke dalam koper Andin saat Nino mengusirnya.
Tahu dari Kiki, ART rumah Aldebaran, Sarah ikutan panik.
Setelah tahu semua kejadian janggal yang menimpa Andin saat menikah dengan Aldebaran, Surya meminta Aldebaran menyelesaikan masalah rumah tangga mereka dan membicarakan pelan-pelan masa lalu Andin kepada Rosa.
Tinggal Rosa yang memutuskan nanti, mau menerima Andin atau akan muncul angkara sebab telah membunuh Roy, anak kesayangannnya.
Walau sebenarnya Surya bahkan kini Aldebaran dan Nino mulai percaya dengan ucapan Andin, tiada bukti yang membebaskan Andin dari tuduhan pembunuhan Roy.
Bagaimana kelanjutannya?
Berikut rangkuman episode Ikatan Cinta, Senin (25/1/2021) malam yang terbagi ke dalam empat segmen.
Inti Cerita:
Segmen 1: Andin belum mau pulang ke rumah Aldebaran walau Rosa memintanya pulang, sebab takut jika Rosa tahu masa lalu Andin yang membunuh Roy, anak kesayangannya.
Cooking Class sudah mulai, Rosa tetap menenangkan Reyna yang makin sedih.
Untunglah waktu hanya terlambat 2 menit, Andin dan Al datang. Reyna berteriak dan memanggil Andin.
Lalu mengapa mereka dapat sampai dengan cepat, sementara mobil mereka mogok?
Ternyata mereka meminjam motor orang yang sedang mengisi bensin dengan jaminan jam tangan Andin dan uang 100 ribu. Ditambah mobilnya ada di tempat dan akan mengembalikan motor itu.
Akhirnya, Al dan Andin terburu-buru mengejar menggunakan motor sport agar sampai ke sekolah Reyna dengan cepat.
Saat itu mereka menunggang motor dengan sangat mengebut, hingga hampir menabrak truk yang berbelok ke pertigaan. Andin pun cemas tapi Al menjamin akan selamat.
Andin merasa aman walau ada risiko sekalipun. Mereka pun masak bersama. Hingga Reyna mencolek ke wajah dan hidung Andin.
Al senang sebab Andin ibu kandung dan Reyna anak Roy. Al senang melihat Andin tertawa, dan tempatnya berada di sisi Reyna. Al takkan membiarkan dia jauh dari Reyna.
Mahasiswa asuhan kelas Andin tadi ribut karena tak ada dosen. Mahasiswa mengatakan Andin pergi meninggalkan mahasiswa tanpa memberi tugas. Mahasiswa itu mengatakan iya. Dosen itu kesal dengan tindakan Andin yang seenaknya.
Ternyata dua dosen melihat mahasiswa yang keluar tanpa izin. Rafael tahu jika seperti ini, kredibilitas Andin akan hancur.
Maka, dia harus ngomong kepada Andin.
Di sisi lain, Elsa selesai pemotretan di bawah pohon yang membuatnya tak dapat membuntuti Nino. Lalu, ada telepon dari Sarah.
Surya menceritakan rencana membuat coffee shop dari Thomas di Semarang, sementara Sarah sedang risau karena Elsa tak menjawab teleponnya soal Nino yang mencari tahu soal pembunuhan Roy yang akan membahayakan Elsa.
Sarah jadi melamun dan pusing kepala karena tidur tak benar saat malam kemarin. Lalu ada telepon dari Elsa dan pergi meninggalkan Surya. Ini mencurigakan Surya.
Sarah masuk ke kamar dan mengunci agar tak masuk. Penting, soal pembunuhan Roy. Elsa terkejut dan meminta bertemu langsung di Finland Cafe sejam lagi.
Elsa pun pergi meninggalkan tempat pemotretan, sementara Sarah mau menjual sebelah anting Elsa kebetulan ada toko perhiasan di mall. Sarah menemukan anting itu dan memasukkannya ke dalam tasnya.
Surya sedang menenggak kopi, kemudian Sarah mau bertemu dengan Elsa untuk menemani minum kopi sebentar. Baru ingat, Surya ada janji dengan Aldebaran.
Di kantor Nino teringat ucapan Surya yang tak mau membuka luka lama. Nino makin bingung untuk menyelidiki soal pembunuhan Roy, padahal sangat memerlukan keterangan Andin, sedangkan Surya melarangnya bertemu Andin.
Lalu Chandra meminta tolong untuk mencari hadiah untuk Karina, antara anting atau gelang. Nino menyarankan anting karena Karina suka gonta-ganti anting.
Maka, Nino mencarikan anting itu dan Chandra akan mengganti uang dengan transfer. Jadi selain ke mall.
Waktu masak sudah selesai dan guru akan mencicipi makanan yang paling enak. Guru itu mencicipi satu per satu.
Rosa dan Aldebaran tersenyum girang melihat keadaan ini. Giliran Andin dan Reyna. Tangan Rosa menyentuh Al. Ternyata mendapat A+. Andin pun bahagia bersama Reyna.
Aldebaran dan Rosa memberi selamat kepada Reyna, karena seperti Andin. Andin bertemu dengan Rosa yang saling merindukan dan menunggu Andin pulang ke rumah. Wajah Andin seperti risau, antara pulang atau tidak.
Sebab, Rosa ingin semua berkumpul lagi seperti dulu. Muka Aldebaran mendadak tegang. Rosa mau menunggu kepulangan Andin jika sudah tahu soal pembunuh Roy dan mau menerimanya. Andin belum menjawab akan pulang dan Rosa akan tetap menunggu kepulangan menantunya.
Al terus mengikis dendamnya demi Andin, cepat-lambat Rosa tahu dan menerima atau menolak kenyataan.
Segmen 2: Ternyata anting yang ada pada Andin jadi titik mula misteri pembunuhan Roy. Sebab anting itu terjatuh saat Elsa membunuh Roy.
Al mengantar Andin pulang setelah Rafael menelepon. Tak enak, Andin kembali lagi ke kampus, sekalian Al mengembalikan motor itu. Ini jadi kesempatan Al berduaan dengan Andin. Tak menyangka perasaan Al sedalam itu kepada Andin.
Andin belum mau pulang ke rumah Aldebaran walau Rosa memintanya pulang, sebab takut jika Rosa tahu masa lalu Andin yang membunuh Roy, anak kesayangannya.
Wajar Al masih takut jika Rosa tahu Andin yang membunuh Roy, cepat-lambat, Rosa belum tentu akan menerima Andin seperti dulu.
Ternyata Rafael menghubungi Andin karena dosen-dosen membicarakannya. Jadi, Andin harus kembali ke kampus sebab tak mau mendapatkan nilai buruk.
Al jadi cemburu mengira itu Rafael. Rosa baru tahu Al meminjam motor orang, jadi Al yang mengantarkan Andin dengan motor itu.
Andin pun pergi dulu dan Reyna senang karena Andin membantunya. Meninggalkan Rosa dan Reyna.
Elsa mendengar nada Sarah yang panik saat meneleponnya. Ternyata Sarah kaget sebab Nino mencari tahu soal kejadian saat Roy terbunuh. Elsa mulai curiga Andin tak bersalah dan mencari pelaku sebenarnya.
Elsa semakin kalut sampai Nino tahu semuanya. Sarah menenangkan Elsa karena terlihat panik akan mencurigakan Nino. Elsa membenarkan tapi semua itu seperti bom waktu dan semua akan tahu Elsa pelakunya dan Nino akan meninggalkannya.
Kiki berbaju hijau tak dapat mencabut cincin bukan miliknya, tapi itu milik moyang Mayang. Dicabut paksa, tapi tak mau dilepas. Akhirnya, Kiki ada ide, pergi ke toko perhiasan agar cincin itu lepas dan menemui Mayang.
Di cafe Mayang sudah bersama dengan Rendy yang ingat ini tempat Kiki arisan dulu. Mayang meminta Rendy duduk karena melamun. Ternyata Rosa meminta Rendy menjemputnya bersama Reyna. Jadi, Rendy meminta izin untuk pergi, tapi Mayang memaksa.
Ternyata Rendy terkejut, Mayang mempertemukan Rendy dengan Kiki (Kimberly). Mayang memberikan cincin kepada Rendy untuk perempuan pilihannya, tapi Rendy selalu menunda-nunda. Kiki hanya mengira itu orang lain.
Cincin itu dikenakan di jari Kiki, Mayang pun terkejut. Rendy pun lebih kaget. Mayang menduga Rendy bohong, malah senang Rendy melamar Kiki dan gercep. Kiki senang karena itu cincin milik Mayang dan untuk melamar.
Rendy pergi bersama Kiki karena tergesa-gesa. Mayang girang sekalian mereka memikirkan masa depan mereka.
Rendy menarik tangan Kiki karena mengira Kiki mengambil cincin dan mengenakannya. Jadi, Kiki di dapur dan ketemu cincin itu. Saat mengenakan cincin itu, ternyat tak lepas. Malah mau pergi ke toko perhiasan untuk melepaskan cincin itu.
Tapi Kiki mau mengenakan andaikata Rendy mengizinkan. Rendy mencobanya dan susah. Wajah Kiki mendekat dan mengejutkan Rendy. Alasan Kiki, spontan mendekat. Rendy menarik dan Kiki ikut menarik, malah mereka mendekat.
Rendy mengingatkan bukan muhrim. Kiki makin senang kepalang halu. Dicoba lagi dan jari Kiki kesakitan. Rendy berkeras harus melepaskan cincin itu agar Mayang tak salah paham. Maka saran Kiki diikuti Rendy ke toko perhiasan.
Saat bermotor, Al berterima kasih karena Andin membuka hati dan melunakkan egonya. Harapannya dapat menerima Al lagi.
Ternyata lamunan Al itu membuat jalan ke kampus Andin terjauh. Andin makin tak enak dan makin lama sampai ke kampus. Al lupa belok jadi melamun dan lupa belok karena dapat berduaan dengannya. Al tak menyangka perasaannya kepada Andin sedalam itu.
Elsa merasa capek jadi pulang duluan. Sarah berpesan, jangan tunjukkan kepanikan di depan Nino dan tetap tenang. Elsa masih mengandalkan Sarah dan ada untuknya, hingga pada kondisi terburuknya. Elsa sampai berkata tak mau hidup di dunia ini.
Air mata Sarah turun. Ketimbang Elsa tak ingin hidup jika Nino meninggalkannya dan semua orang tahu ternyata Elsa pelaku pembunuhan Roy. Elsa menangis panik. Sarah mengiyakan dan terus berada di sampingnya, selalu. Elsa memeluk Sarah yang jadi tempat bernaung dan berlindung saat ada masalah.
Bagaimanapun itulah perasaan ibu.
Lalu, kilas balik, Kiki melihat ada perhiasan di dalam koper Andin. Ternyata Sarah berpapasan dengan Kiki dan Rendy, sebab ingin menjual sebelah anting Elsa.
Kiki melihat sebelah anting yang satu lagi dan mengatakan ada pada Andin, sebab melihat itu ada di koper Andin. Sarah terkejut dan ingin bertanya kepada Andin. Maka, niat menjual anting itu tak jadi karena sebelahnya disimpan oleh anaknya.
Sarah kaget bagaimana anting itu sampai pada Andin, kemudian bertanya kepada Elsa sebab dia terakhir yang mengenakan. Sarah kelupaan terus dan Kiki melihat anting yang sama di koper Andin, hanya sebelah.
Mendengar itu, Elsa menghentikan mobil di tanjakan dan merasa heran. Sarah pun heran bagaimana Andin menemukan anting itu. Kilas balik Elsa mau datang ke rumah berbicara kepadanya. Lalu anting itu terlepas dan mengenakan lagi. Elsa ingat, anting itu jatuh saat membunuh Roy di rumah Nino.
Ini mengejutkan Elsa dan tak mungkin. Elsa minta Sarah untuk cek-ricek ucapan Kiki, agar Andin tak dituduh mengambil anting.
Ternyata Elsa makin cemas jika anting itu jadi bukti, sebab anting itu jadi bukti pembunuhan Roy dan mengira berhasil menghilangkan jejak dan bukti.
Anting itu terlempar saat menabrak pengunjung lain sewaktu ke toilet.Saat mencari, kebetulan bertemu Nino dan ikut mencari anting itu di lantai yang warnanya sama.
Jika anting itu bertemu, Sarah minta Nino mengabarinya. Nino sendirian karena mencari kado untuk Karina, dua hari lagi. Sarah menyalami itu.
Baru saja Sarah pergi, Nino menemukan anting itu dan membawa pulang.
Sementara Andin sudah sampai ke kampus bersama Al. Al sedang merapikan rambut Andin agar wibawanya terjaga dan rapi. Sekalian Al mau menjelaskannya, tapi Al masih ingin mencegah Andin pergi karena pamit salam.
Lalu Rafael menghampiri Andin dan Al melihat. Andin gugup dan meminta Rafael menghadapi dengan tenang dan masuk bersama.
Al makin cemburu karena Rafael mendekati Andin untuk modus, sebab Rafael selalu meneleponnya.
Rendy sedang bersama Kiki yang sedang mengoles cincin. Kiki teringat anting itu ada dengan Andin saat membereskan barang Andin. Rendy berpikir pasangan anting itu ada di koper Kiki dan meminta Kiki terus menarik cincin sekaligus mencari cara. Sebab tak enak mematahkan cincin. Kiki semakin halu menganggap mereka berjodoh. Rendy tak mau.
Motor itu sudah dikembalikan oleh Al sementara ban mobilnya sudah diperbaiki. Jam tangan sudah dikembalikan. Al semakin cemas dengan Andin karena nanti akan mendapat skors karena meninggalkan tugas. Al sampai berniat menyusul ke kampus.
Andin menghadap kepada dosen-dosen dan meminta maaf karena meninggalkan tugas dan melanggar peraturan. Ditambah sebagai dosen junior harusnya dapat menunjukkan sikap dan profesional. Bahkan salah seorang dosen mencibir Andin yang harusnya bersyukur, karena masih menerima walau sebagai mantan narapidana.
Segmen 3: Surya bertanya alasan Aldebaran menikahi Andin dan membicarakan bukti yang mengarah pada ketakbersalahan Andin. Selain itu, Surya meminta Aldebaran membicarakan masa lalu Andin kepada Rosa yang akan jadi kata pemutus kelanjutan hubungan Aldebaran dan Andin.
Dosen bertanya alasan Andin meninggalkan kelas tanpa izin, karena melanggar peraturan kampus. Ditambah sebagai dosen junior, menunjukkan komitmen. Apalagi sebagai mantan narapidana, Andin diterima kerja.
Rafael mengetuk masuk dan membela Andin karena mengira untuk menghina. Sampai Rafael mengatakan itu permintaan ayah Rafael, kepala yayasannya. Rafael pun akan meminta dosen itu menghubungi ayahnya. Rafael akan meminta maaf kepada Andin agar meminta izin tertulis.
Andin memukul lengan Rafael karena panik Rafael berbohong. Tapi Rafael menolong Andin. Andin baru tahu ayah Rafael. Ternyata firasat Rafael benar, bakal merepotkannya. Sekalian Rafael bertanya siapa lelaki tadi, itu Aldebaran.
Di kantor kerja, Surya menunggu Al. Surya membuka dengan alasan dirinya sangat semarah. Al memahami posisi itu dan akan berbuat serupa. Al masih ingat kembali bersama dengan Andin dan tak mau meninggalkannya.
Soal dendam Al kepada Andin, Surya makin kuatir dengan Andin yang menikah dengan Al. Surya teringat saat Andin terjebak di toilet dan hampir tertimpa logo perusahaan. Surya sangat menyayangi Andin dan tak mau Andin tersakiti. Surya mengatakan itu karena tahu tipe Al yang akan mendapatkan semuanya.
Al tahu ketakutan Surya beralasan, sebab mau menyiksa dan menyengsarakan Andin saat menikahinya. Sampai tersadar kebencian Al kepada Andin jadi cinta.
Al berusaha menghilangkan dendamnya. Lalu Surya bertanya soal Rosa yang sangat terpukul setelah kematian Roy, yang berdampak psikologis hingga dirawat di Penang. Al belum menceritakan apapun kepada Rosa soal Andin yang jadi tersangka pembunuhan Roy.
Surya mengatakan ini sulit percaya, tapi Al masih berpikir Andin yang membunuh Roy, itu salah alamat. Surya yakin Andin bukan pelaku pembunuh Roy. Al ingin percaya, sangat ingin percaya, tapi memerlukan bukti, karena saat di persidangan, semua bukti mengarah kepada Andin.
Saat itu, Andin tak punya bukti, malah ada satu saksi yang sangat memberatkan dan Surya tak tahu siapa. Surya pun mencari bukti, bahwa Andin tak bersalah. Tapi tak ketemu, hanya keyakinan mengingat dia yang mengasuh Andin dari kecil dan tahu Andin punya hati yang tulus.
Surya minta Al tak menyia-nyiakan itu dan yakin Al dapat merasakannya.
Surya belum mau memegang restoran itu setelah Al membereskan pernikahan mereka. Satu hal, jika percaya Andin bukan pembunuh Roy dan percaya kepada Andin, Al berbicara pelan-pelan kepada Rosa. Keputusan Rosa itu jadi penentu kelanjutan perkawinan.
Al jadi bingung sebab belum ada bukti Andin tak bersalah, seperti yang diyakini Al dan Surya. Selain itu, Al menyesal sebab saksi palsu itu disewa Aldebaran.
Segmen 4: Rafael tahu masa lalu Andin. Rafael anggap Andin seperti adiknya sendiri dan akan membelanya. Sayangnya Aldebaran semakin cemburu dengan perhatian Rafael kepada Andin.
Rafael sedang makan bersama Andin. Rafael baru tahu Andin sudah menikah dan sudah punya anak angkat suaminya. Sebenarnya Andin mau mengatakan punya anak kandung, tapi sudah meninggal dan tak perlu tahu.
Selain itu, Rafael mau bertanya kepada Andin yang pernah masuk penjara dan alasannya masuk penjara. Andin mengatakan semua terjadi karena mantan pacarnya yang terbunuh dan dituduh. Rafael terkejut, sedangkan Andin tidak ada saksi dan bukti. Kejadian itu terjadi di rumah Andin serta hanya Andin dan Roy.
Hanya seorang yang percaya kepadanya, Surya. Rafael berandai dapat membantunya. Andin berusaha melupakan, tapi Rafael tak ingin Andin berpasrah.
Andin belajar untuk ikhlas, sebab saat di penjara Andin tak makan dua setelah putusan dan hidupnya hancur karena dihukum atas perbuatan yang bukan tindakannya dan diceraikan oleh Nino.
Mendengar itu, Mirna menasihati Andin harus ikhlas. Tapi Andin masih mempertanyakan diri, mengapa harus dia yang mengalami ini semua, ada rasa tidak adil.
Mirna mengingatkan, banyak orang baik yang mengalami kejadian buruk, pasti akan mengeluh kepada Tuhan. Tapi orang ikhlas tak akan mengeluh kepada Tuhan, karena rida atas cobaan-Nya.
Ucapan Mirna ada benarnya bagi Andin. Andin merasa itu melegakan semua perasaan serta terus mengeluh dan mempertanyakan semua kejadian hidupnya.
Andin menangis saat mengatakan itu. Rafael mengambil tisu dan menghela nafas panjang. Tahu dengan sifat Andin yang selalu mengalah. Rafael sudah menganggap Andin seperti adiknya sendiri dan akan membela mati-matinya.
Lalu Rafael meminta Andin salam, sebagai tanda bakti adik kepada kakak. Rafael bahagia melihat Andin seceria yang dikenalnya. Andin kembali bekerja meninggalkan Rafael yang termenung mendengar cerita Andin.
Saat Andin mau pulang bersama sopir, ada telepon dari Al. Andin dipanggil dan merasa kecewa karena dibantu Rafael. Al jadi cemburu karena Rafael.
Sepertinya Al hampir keceplosan membongkar rahasianya sendiri, sebab sopir itu disuruh mengantar Andin dari universitas. Andin hanya senang dengan perhatian Al yang menarik nafas berat.
Syahdan, bagaimana dengan anting Roy yang jadi bukti Elsa yang membunuh Roy?
Selain itu bagaimana Aldebaran menyakinkan Rosa, soal masa lalu Andin yang menbunuh Roy, anak kesayangannya?
Tunggu kelanjutannya pada Selasa besok
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ikatan-cinta-25-januari-2021.jpg)