Breaking News:

Mesin Mobil Bisa Jebol Bila Memaksa Menerobos Genangan Air Banjir di Jalan

Mulai sekarang hentikan kebiasaan menerobos banjir di jalanan. Bila tetap nekat, jangan menyesal kalau mesin mobil anda jebol

Editor: Siemen Martin
ANTARA/ Bayu Pratama
Jokowi menggunakan Toyota Land Cruiser 200 sebagai mobil dinas menerobos banjir di Kalimantan Selatan, Senin (18/1/2021) 

“Jangan memaksa menerobos genangan air yang cukup dalam, jika ini dilakukan maka air bisa terhisap masuk ke dalam mesin melalui saluran udara,” ujar Sigit kepada Kompas.com, Selasa (26/1/2021).

Jika hal ini terjadi, Sigit menambahkan, mesin mobil akan mati mendadak yang disebabkan efek water hammer dan pengemudi bisa terjebak banjir.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong Deni Adrian.

Deni menambahkan, salah tanda jika mesin mobil kemasukan air adalah putaran mesin tidak teratur atau pincang.

“Misalnya ketinggian air sudah sampai kap mesin mobil dan mesin terasa pincang seperti mau mati, sebaiknya langsung matikan mesin, karena itu tandanya air sudah masuk ke ruang bakar,” kata Deni.

Jika mesin mobil sudah kemasukan air maka bisa menyebabkan efek yang cukup parah bahkan tidak menutup kemungkinan bisa turun mesin. 

“Suara mesin pincang itu tanda bahwa sudah ada air yang masuk ruang mesin. Apalagi kalau mesin sudah mendadak mati, jangan berusaha menyalakan mesin lagi,” kata Deni.

Jika hal itu dilakukan, sudah bisa dipastikan bisa mengakibatkan terjadinya water hammer. Mesin mobil yang mengalami kondisi ini perbaikannya membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Kalau mesin sampai rusak, biaya perbaikannya bisa sangat mahal, harus turun mesin dan segala macam,” tuturnya.

Jika mengalami mobil yang tiba-tiba mogok usai menerjang banjir, Deni menyarankan, agar memanggil mekanik atau orang yang ahli agar kerusakan tidak semakin parah.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved