Breaking News:

Berita Bisnis Palembang

Sempat Mati Suri, Bisnis Hotel di Palembang Kembali Bergairah, Tingkat Hunian Naik 50 Persen

Sekarang tingkat hunian hotel perlahan mulai naik lagi sampai akhir tahun sekitar 50 persen. Apalagi seluruh hotel rata-rata telah menerapkan prokes.

Editor: Vanda Rosetiati
ISTIMEWA
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, Herlan Asfiuddin menyampaikan sempat mati suri, saat ini bisnis hotel di Palembang kembali bergairah. Hingga akhir 2020, okupansi hotel naik 50 persen. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sektor perhotelan di Kota Palembang perlahan tapi pasti mulai bergairah. Terhitung sejak Agustus hingga akhir tahun 2020, tingkat hunian hotel atau okupansi di Palembang berangsur-angsur naik hingga 50 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, Herlan Aspiudin mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, bisnis perhotelan sempat terpuruk karena tingkat hunian yang turun drastis. Bahkan beberapa hotel di Palembang sempat mati suri selama sekitar empat bulan karena penghuni hotel yang minim.

Namun bisnis di sektor tersebut saat ini mulai bangkit dan berusaha mencapai kondisi operasional yang terbaik dengan menerapkan protokol kesehatan dan melalui sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, dan Environment (CHSE).

"Sekarang tingkat hunian hotel perlahan mulai naik lagi sampai akhir tahun sekitar 50 persen. Apalagi seluruh hotel rata-rata telah menerapkan prokes melalui sertifikasi CHSE," katanya, Kamis (21/1/2021) lalu.

Kendati hunian hotel berangsur naik, Herlan meminta kepada pengelola hotel agar konsisten menerapkan protokol kesehatan. Dalam penerapan protokol CHSE, pengelola hotel juga harus terus memastikan fasilitas prokes tersedia secara maksimal.
Misalnya tempat cuci tangan dengan air, sabun yang selalu tersedia hingga pengecekan suhu tubuh terhadap pengunjung.

"Untuk sekarang kita belum bisa membuat acara apa-apa, karena masih pandemi. Tetapi promosi terus kita kebut hingga okupansi hotel terus mengalami kenaikan," jelas Pria yang akrab disapa Babe ini.

Tak hanya hotel, sektor restoran diakui Babe juga mengalami peningkatan pengunjung. Akan tetapi, para pengunjung di restoran cenderung abai terhadap protokol kesehatan.

Di beberapa tempat makan masih banyak ditemui pengunjung yang tak mentaati aturan dengan tidak menjaga jarak satu sama lain.

"Yang paling kacau dalam penerapan prokes justru di restoran. Misal sudah disiapkan dua kursi tapi yang datang orang 5 dan mereka tidak mau berpisah padahal sudah diberitahu wajib sosial distancing," ungkapnya.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved