Breaking News:

Kisah Pilu Gadis di Muaraenim Depresi Ditinggal Pacar Masuk Penjara Hingga Lumpuh

Tempat tinggal terbuat dari papan, beralas tanah dan beratap seng yang sudah dimakan usia berukuran sekitar 4 x 5 meter. Tidak ada terlihat barang ber

SRIPOKU
PTBA Bantu - Tampak Asisten  Perencanaan PTbA Syamsuir secarasimbolis menyerahkan bantuan kepada Diana 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM- PT Bukit Asam Tbk melalui tim CSR dan unsur tripika Lawang Kidul serta UPTD Kebersihan, serahkan bantuan Sembako untuk Di (40) warga Tanjung Buhuk, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, yang menderita depresi dan lumpuh, Jumat (22/1/2021).

Dari pantauan di lapangan, fampak Camat Lawang Kidul Andrille Martin, Kapolsek Lawang Kidul Iptu Desi Azhari dan tim CSR PTBA yang dipimpin oleh Asisten Perencanaan Syamsuir didampingi Asmen Bina Lingkungan dan Komunitas Hartoyo serta Kepala UPTD Kebersihan Dedy Elyadi, mengunjungi tempat tinggal Di yang menumpang dengan warga.

Tempat tinggal terbuat dari papan, beralas tanah dan beratap seng yang sudah dimakan usia berukuran sekitar 4 x 5 meter.

Tidak ada terlihat barang berharga hanya ada dua lampu buah. Selain itu, terlihat kamar Di yang hanya terbuat dari papan berukuran 2 x 1,5 meter tempat terbaring.  Bahkan untuk MCK, Di terpaksa melakukannya diatas ranjangnya sehingga kadang-kadang mengeluarkan bau tidak sedap. Lalu, tampak peralatan dapur seadanya dan terlihat kotor menghitam karena memasaknya menggunakan kayu.

Menurut Koma (80) ibu kandung Di bahwa anaknya tersebut sudah sekitar 16 tahun mengalami kelumpuhan. Awal mulanya anaknya Di punya pacar. Kemudian pacarnya tersebut masuk penjara, dan sejak itu kelakuannya berubah seperti melamun dan tidak mau ngomong dan kondisinya tiap hari bertambah parah dan akhirnya lumpuh.

Dan sejak menderita sakit, anaknya belum pernah diajak berobat oleh keluarga karena tidak mampu.

"Kami hanya tukang rongsokan dan tidak ada biaya untuk membawanya kerumah sakit. Apalagi Diana ini hanya bisa berbaring saja, sehingga kami kesulitan untuk mengajaknya berobat," katanya.

Dikatakan Komaria, dirinya ingin sekali melihat anaknya tersebut sembuh dan bisa beraktivitas seperti sedia kala yang ceria dan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.

Camat Lawang Kidul Andrille Martin didampingi Kapolsek Lawang Kidul Iptu Desi Azhari dan Kepala UPTD Kebersihan Dedy Elyadi mengatakan bahwa kedatangannya ke kediamannya untuk melihat langsung kondisi kesehatannya terkait depresi dan kelumluhan yang dialaminya. Selain itu, kita juga memberikan bantuan paket Sembako untuk keluarganya yang mana kondisinya memang sangat memprihatinkan.

"Ke depan kita akan berkoordinasi dengan Dinsos untuk membantu yang bersangkutan dan keluarganya," katanya.

Ditambahkan Kapolsek Lawang Kidul, Iptu Desi Azhari juga menyampaikan turut prihatin melihat kondisi Diana. Dan pihaknya mendapat laporan dari warga bahwa ada warga yang kondisinya sangat memprihatinkan sehingga kita lakukan pengecekan bersama unsur Tripika, PTBA dan UPTD Kebersihan untuk memberikan bantuan kepada saudara kita yang kurang beruntung kondisi kesehatannya dan perekonomiannya.

Sementara itu, SM CSR PT Bukit Asam Tbk Hartono melalui Asisten  Perencanaan Syamsuir didampingi Asmen Bina Lingkungan dan Komunitas Hartoyo mengatakan ikut prihatin atas kondisi Diana. Untuk itu, pihaknya akan memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada lingkungan sekitar terutama masyarakat yang kurang mampu.
Ditambahkannya melalui bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarganya.
Karena kondisi keluarganyapun memprihatinkan dan memang layam untuk dibantu.(ari)

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved