Breaking News:

3 Kepala Daerah Terpilih Ditetapkan KPU, Pengamat: Tinggal Tunggu Realisasi Janji Kampanye

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten telah menetapkan tiga pasangan kepala daerah terpilih di Sumsel, yang memenangkan Pilkada 9 Desember lalu

TRIBUN SUMSEL/AGUNG DWIPAYANA
Bupati Ogan Ilir terpilih, Panca Wijaya Akbar didampingi Wakil Bupati, Ardani, berbicara kepada wartawan di halaman kantor KPU Ogan Ilir, Indralaya, Kamis (21/1/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten telah menetapkan tiga pasangan kepala daerah terpilih di Sumsel, yang memenangkan Pilkada 9 Desember lalu.

Ketiga daerah itu Ogan Komering Ulu (OKU) Timur yaitu Lanosin Hamzah alias Enos- Yudha. Lalu, Kabupaten Ogan Ilir (OI) Panca Wijaya Akbar- Ardani, dan Kabupaten Musi Rawas (Mura) Ratna- Suwarti.

Sementara 4 Kabupaten lainnya, OKU, OKU Selatan, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Muratara masih dalam proses gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut pemerhati politik Sumsel Bagindo Togar Butar Butar, kepala daerah yang telah ditetapkan sebagai pemenang itu, harus merealisasikan janji- janji kampanye selama ini ke masyarakat saat dilantik nanti, setelah mendapat kepercayaan dari masyarakat tanpa membedakan dukungan saat Pilkada lalu.

Diterangkan Bagindo, sejatinya janji kampanye merupakan representasi program kerja unggulan para paslon Kepala daerah saat berkampanye, serta disosialisasikan diberagam media maupun aktifitas kelompok- kelompok sosial. 

"Era Kini, tak mungkin untuk dipungkiri bila para Kepala Daerah tak mampu merealisasikannya.  Bahkan bisa jadi blunder atau bahan issue menarik untuk serangan balik dari lawan politiknya jika tidak direalisasikan," kata Bagindo, Kamis (21/1/2021). 

Apalagi diungkapkan Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes) ini, jejak digital akan janji- janji kampanye yang telah disampaikan selama ini sulit untuk dihapus.

Dimana, semua masih tersimpan atau direkam dengan baik. 

"Dimana sesungguhnya,  tatkala dominan warga masyarakat beralih dukungannya dari paslon petahana atau sebelumnya, disebabkan oleh kepercayaan bahwa kepemimpinan baru akan membawa perubahan yang lebih baik, serta lebih nyata efektifitas program pembangunannya bagi publik didaerah pemilihan tersebut," ingatnya.

Ia pun menerangkan, para paslon kepala daerah yang berkompetisi sebelum terpilih dalam suatu event Pemilu, dituntut untuk mampu  memprediksi keberdayaan rumusan program pembangunan yang disusun untuk lima tahun mendatang,

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved