Breaking News:

Berita Palembang

Atasi Macet Dalam Kota, Pemerintah Kota Palembang Bangun Jalan Lingkar Timur, Sako Baru-Mata Merah

Kita harap pembangunan yang dilaksanakan merupakan solusi atas keluhan banyaknya angkutan besar yang melintas dalam Kota Palembang.

SHINTA ANGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM
Ilustrasi kemacetan di Kota Palembang. Pemerintah Kota Palembang berencana membangun jalan lingkar timur di dari Sako ke Mata Merah untuk atasi macet dalam kota. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Rencana pembangunan Jalan Lingkar Timur oleh Pemerintah Kota Palembang diharapkan menjadi solusi untuk permasalahan truk peti kemas ataupun kendaraan bertonase besar.

Selama ini kendaraan-kendaraan tersebut masih harus melintasi ruas jalan dalam Kota Palembang. Bahkan, kasus kecelakaan yang sering kali terjadi dialami oleh truk bermuatan besar.

Kepala Bappeda-Litbang Kota Palembang, Harrey Hadi menjelaskan, saat ini masih dilaksanakan penentuan trade untuk pembangunan Jalan Lingkar Timur oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional, Bappeda, Pemkot Palembang, dan Pemprov Sumsel.

"Sekarang masih tahap penentuan lokasi, karena kita harap pembangunan yang dilaksanakan merupakan solusi atas keluhan banyaknya angkutan besar yang melintas dalam kota Palembang," katanya, Kamis (14/1/2021).

Selain bakal menjawab keluhan kendaraan pengangkutan yang hanya bisa melintas di jam-jam tertentu (malam hari) ini juga menjadi jalur kendaraan bertonase menuju pelabuhan (peti kemas). Dibangunnya jalan Lingkar timur, maka kendaraan bertonase yang melintas dari jalurnya di Jalan Soekarno Hatta, langsung menuju ke Noerdin Panji kemudian tembus ke sini (lingkar timur) baru kemudian menunju ke pelabuhan.

"Kalau jalan ini sudah selesai, maka kendaraan bertonase tidak lagi masuk ke dalam kota, sehingga langsung menuju ke tujuannya menggunakan jalur/jalan yang ada," katanya.

Pembangunan jalan Lingkar Timur sepanjang 28,47 kilometer direncanakan dimulai dari lokasi Sako Baru hingga Mata Merah.
"Rencananya ini merupakan jalur baru, jadi tidak ada rumah warga yang akan terimbas karena proyek ini," tutupnya. (sp/cr26)

Ikuti Kami di Google Klik

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved