Perjalanan Indah Halimah Putri Alumni UIN Palembang Penumpang SJY 182
Kenangan keluarga bersama Indah Halimah Putri (26 tahun) masih terukir jelas di benak para sanak keluarga.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Kenangan keluarga bersama Indah Halimah Putri (26 tahun) masih terukir jelas di benak para sanak keluarga.
Indah yang merupakan putri sulung dari pasangan Ridwan (55 tahun) dan Yusrilanita (48 tahun). Tinggal dan besar di Desa Sungai Pinang II, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Sejak masa kecil Indah tumbuh sebagai sosok anak yang ceria dan berkelakuan baik serta menyayangi keluarga.
Hal tersebut seperti yang diungkapkan, bibi Indah yang bernama Siti Nur, ketika menjelaskan jika Indah sejak kecil merupakan anak yang ceria, Senin (11/1/2021).
"Indah itu anaknya ceria dan sering membuat saya ketawa terhadap lelucon yang disampaikan saat bertemu. Pribadinya sangat baik dan penurut kepada orang tuanya," kata Siti menjelaskan kenangan bersama keponakannya.
Indah yang diketahui sempat mengenyam pendidikan di universitas IAIN Raden Fatah Palembang dengan lulusan Diploma III.
Setelah lulus, sambung Siti Nur keponakannya tersebut langsung mencari kerja dan diterima disalah satu perusahaan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali).
"Sebelum dia menikah memang sempat bekerja diperusahaan yang ada di Pali. Akan tetapi setelah resmi menikah dia langsung diajak ke Ketapang (Kalimantan Barat) oleh suaminya," tambah Siti.
Sebelum pandemi Covid-19, Indah memutuskan untuk pulang ke kampung halaman yang kebetulan sedang mengandung anak pertamanya.
"Waktu hamil itu dia pulang kesini sampai melahirkan dengan kurun waktu selama 6 bulan. Setelah itu barulah kembali lagi tinggal bersama suaminya di Ketapang," jelasnya.
Bertepatan dengan libur tahun baru kemarin, Indah kembali pulang bersama suami dan anaknya dan menghabiskan liburan di Desa Sungai Pinang II.
"Dia sengaja pulang kesini karena liburan tahun baru bersama suami dan anak bayinya yang berusia 7 bulan," kata Siti.
Setelah liburan usai, mereka berencana membawa ibu dan keponakan dari Rizki untuk terbang ke Pontianak yang sebelumnya sempat terlebih dulu dijemput di kampung halaman di Bangka.
"Seminggu kemudian mereka menjemput ibu dan keponakan Rizki yang ada di Bangka untuk dibawa ke Ketapang. Namun belum sampai ditujuan kami mendapat berita duka jatuhnya pesawat yang ditumpangi mereka," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/foto-korban-tewas-jatuhnya-sriwijaya-air-sjy-182-indah-halimah-putri-dan-suaminya-rizki-wahyudi.jpg)