Breaking News:

Harga Cabai Rawit Merah di Lubuklinggau Tembus Rp 80 Ribu per Kg

Saat ini harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Kota Lubuklinggau menembus harga Rp 80 ribu per kilogram

Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Pedagang cabai di Lubuklinggau 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Harga cabai rawit merah atau biasa disebut cabai setan di Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan naik drastis.

Saat ini harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Kota Lubuklinggau menembus harga Rp 80 ribu per kilogram.

Wati pedagang Pasar Inpres Kota Lubuklinggau mengatakan, harga cabai setan mengalami kenaikan di Pasar Inpres sudah terjadi sejak akhir tahun 2020 kemarin dan terus naik hingga saat ini.

"Naiknya harga cabai ini dipicu stok dari petani dan tengkulak berkurang, itulah cabai setan ini naik sampai Rp 80 ribu ini," ungkapnya, Minggu (3/1/2021).

Selain harga cabai setan mengalami kenaikan, cabai merah juga mengalami kenaikan, saat ini harga cabai merah di sejumlah pengecer dipasar tersebut mencapai Rp 60 ribu per kilogram.

Wati pun khawatir, pasalnya, saat ini stok komoditas cabai ini terus mengalami penyusutan seiring penurunan hasil panen cabai ditingkat petani diduga akibat cuaca buruk.

Menurutnya, kenaikan tersebut sangat mempengaruhi stabilitas penjualan pedagang karena hampir sebagian pedagang tidak menjual dengan partai besar lagi

"Sudah harganya naik, barangnya sekarang juga sedang kosong, sudah dua tiga hari ini belum dapat kiriman lagi dari gudang," ungkapnya.

Diperparah, kata Wati saat ini permintaan cabai dari para pembeli mengalami penurunan dibanding saat harga normal.

Bahkan, saat ini ia mengaku para pembeli cendrung mengurangi pembelian.

"Sekarang pembeli cabai ini menurun drastis, bahkan yang beli sekarang banyak mencari cabai rawit, alasannya mereka karena lebih murah dan bisa dicampur cabai merah," ujarnya.

Sementara untuk komoditas lainnya yang juga mengalami kenaikan yakni ayam potong yang semula harganya hanya Rp 34 ribu per kilogram naik menjadi Rp 36 ribu perkilogram.

Sedangkan untuk komoditasnya yang sampai saat ini masih kosong yakni jagung manis, rata-rata para pedagang di pasar tersebut mengaku stok jagung manis sedang kosong.

"Mungkin karena tahun baru kemarin banyak dicari, jadi sampai sekarang belum ada yang jual, ada harga tapi barangnya belum ada," tambah Wati.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved