Breaking News:

Update Harga Karet Hari Ini

Harga Karet Hari Ini Rabu 30 Desember 2020, Turun Rp 334 per Kg, Waspada Spekulan Libur Tahun Baru

Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen kembali mengalami penurunan.

tribunsumsel.com/khoiril
Ilustrasi Indeks Harga Karet 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen kembali mengalami penurunan, dari hari Selasa 28 Desember 2020.

"Harga karet hari ini turun Rp 334 per kg, dibandingkan indikasi karet hari Selasa 29 Desember 2020 untuk KKK 100 persen," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Fakhrurrozi Rais melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Rudi Arpian MSi, Rabu (30/12/2020).

Harga karet hari Ini Rabu 30 Desember 2020, turun Rp 334 per Kg, waspada spekulan libur tahun baru.

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 29 Desember 2020 Rp 17.464 per kg.

Sedangkan harga karet hari untuk KKK 100 persen Rp 17.130 per kilogram (kg), artinya ada penurunan Rp 334 per kg.

Lalu untuk KKK 70 persen diharga Rp 11.991 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 10.278 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 8.565 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 6.852 per kg.

"Libur Natal dan Tahun baru mempengaruhi harga karet, sehingga harga karet hari ini turun kembali turun. Hari ini turun Rp 334 per kg," katanya.

Sebagai informasi, Pabrik Crumb Rubber dan Pabrik Kelapa Sawit, sebagian masih buka pada tanggal 31 Desember 2020 namun setengah hari. Lalu pada tanggal 1, 2 dan 3 Januari 2021 tutup, buka kembali tanggal 4 Januari 2021.

Rudy menambahkan, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fluktuasi harga karet di Sumsel antara lain pertumbuhan ekonomi dunia, kondisi pasar otomotif, harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah.

"Faktor lain yang juga dapat mempengaruhi fluktuasi harga karet adalah faktor iklim dan gangguan kondisi alam lainnya turut berpengaruh terhadap suplai karet alam di pasar global," katanya.

Menurutnya, yang paling berbahaya dari semua faktor tersebut adalah permainan spekulan pasar karet alam di bursa Singapore dan Bursa Shanghai.

"Sehubungan dengan libur Natal dan Tahun Baru, saat aktivitas penyadapan berkurang atau bahkan terhenti sementara sebaiknya petani mulai melakukan pembersihan kebun, pembuatan lobang biopori sebagai istana cacing yang bermanfaat untuk kesuburan tanah," pesannya.

Ia pun menghimbau agar masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru menghindari berpergian keluar daerah. Tetap jaga kesehatan dan terapakan protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak).

Ikuti Kami di Google

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved