Breaking News:

Sering Jadi Penyebab Kecelakaan, Jangan Sembarangan Tambah atau Kurangi Tekanan Udara Ban Mobil

tidak sesuainya tekanan udara pada ban juga bisa menjadi penyebab terjadinya kecelakaan karena ban mengalami pecah saat dikendarai.

Istimewa
Service Operational Manager TAG (Tunas Auto Graha) Palembang Ragil Kuncoro memeriksa kondisi ban mobil customer. Perhatikan tips aman berkendara (safety riding) dikarenakan jalan badah dan licin yang meningkatkan potensi kecelakaan. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Ban meledak saat berjalan dengan kecepatan tinggi kerap terjadi.

Tak jarang banyak pengendara yang tewas atas insiden kecelakaan tersebut.

Tekanan udara pada ban menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh setiap pengemudi sebelum melakukan perjalanan jarak jauh akhir tahun.

Meski terkesan sepele dan sering diabaikan, tekanan udara pada ban ternyata sangat berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan selama berkendara.

Bahkan tidak sesuainya tekanan udara pada ban juga bisa menjadi penyebab terjadinya kecelakaan karena ban mengalami pecah saat dikendarai.

Maka dari itu, pemilik mobil pun disarankan melakukan penyesuaian tekanan udara ban sebagaimana rekomendasi dari pabrikan.

Agar pas ukurannya, pemilik kendaraan bisa melihat stiker ukuran yang ada pada bagian pintu mobil.

On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk Zulpata Zainal mengatakan, tekanan udara ban sebaiknya disesuaikan dengan beban kendaraan, yakni saat kendaraan kosong atau pun berisi penuh.

Perbedaan tekanan udara ini untuk memaksimalkan fungsi ban ketika mobil dalam keadaan kosong atau pun terisi penuh.

“Saat kendaraan dalam kondisi kosong, ban tidak perlu tekanan udara yang tinggi agar tetap nyaman nyaman. Selain itu, ban juga tidak terlalu keras, keausan ban baik, dan fungsi rem optimum,” kata Zulpata kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved