Breaking News:

Kreatif Olah Sampah Jadi Pundi Rupiah, Bantu Pemerintah Atasi Masalah Sampah

IMA mengajak ibu rumah tangga bersama penggiat sampah di kawasan di 3-4 Ulu mengolah sampah plastik bekas susu menjadi produk multi fungsi.

Kreatif Olah Sampah Jadi Pundi Rupiah, Bantu Pemerintah Atasi Masalah Sampah - indonesia-marketing-asosiation-ima-7-ulu.jpg
TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATIK
Indonesia Marketing Asosiation (IMA) Chapter Palembang mengajak ibu rumah tangga bersama penggiat sampah di kawasan di 3-4 Ulu mengolah sampah plastik bekas susu menjadi produk multi fungsi.
Kreatif Olah Sampah Jadi Pundi Rupiah, Bantu Pemerintah Atasi Masalah Sampah - indonesia-marketing-asosiation-ima-chapter-palembang-1.jpg
TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
Indonesia Marketing Asosiation (IMA) Chapter Palembang mengajak ibu rumah tangga bersama penggiat sampah di kawasan di 3-4 Ulu mengolah sampah plastik bekas susu menjadi produk multi fungsi.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Indonesia Marketing Asosiation (IMA) Chapter Palembang terus mengajak masyarakat tetap produktif di masa pandemi, salah satunya dengan mengolah sampah menjadi barang bermanfaat dan bernilai ekonomis.

Vice President IMA Palembang Bidang UMKM, Dr Sri Rahayu mengatakan, IMA mengajak ibu rumah tangga bersama penggiat sampah di kawasan di 3-4 Ulu mengolah sampah plastik bekas susu menjadi produk multi fungsi.

Mereka dilatih membuat tas, atau produk lainnya misalnya vas bunga, hiasan dinding atau lainnya yang berguna dari bahan sampah.

Pelatihan ini diharapkan berkelanjutan sehingga masyarakat sadar bahwa sampah yang dianggap kotor, jika diolah dengan baik bisa bermanfaat dan berguna dan pastinya memiliki nilai jual.

"Kita kenalkan masyarakat bahwa sampah itu tidak selalu kotor dan negatif, kalau diolah dengan baik bisa mendatangkan uang," ujar Sri Rahayu, Selasa (22/12).

Ayu bersama komunitas IMA dan Pasca Sarjana Universitas Muhamadiyah akan terus memantau pelatihan kerajinan sampah ini.

Jika sudah terkumpul banyak maka akan dicarikan supplier yang akan menampung hasil karya mereka sehingga bisa dipasarkan.

Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhamadiyah mengatakan, pelatihan mengolah sampah ini juga bisa membantu pemerintah mengatasi masalah sampah karena setiap hari ribuan ton sampah harus dibuang ke TPA karena masyarakat membuang semua sampahnya tanpa dipilah lagi.

Seharusnya sampah bisa dipilah dengan menerapkan 3R, sehingga sampah yang benar-benar tidak bisa diolah lagi dibuang ke TPA sehingga lebih sedikit sampah yang dibuang setiap harinya.

Pada kesempatan itu juga dibagikan ratusan masker pada masyarakat agar mereka selalau ingat dan terus menerpkan pola hidup bersih dan 3M untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Ada juga ibu-ibu yang tidak pakai masker jadi kita bagikan masker agar tetap mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19," tutup Ayu.(tnf)

Penulis: Hartati
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved