Breaking News:

Progam JKN-KIS Bantu Sumardiono dan Budi Dapatkan Layanan Kesehatan dengan Mudah

Alhamdulillah sangat membantu untuk pengambilan obat rutin yang diperlukan. kalau tidak ada obat itu langsung sesak napas,” ujar Sumardiono

BPJS Kesehatan
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Lubuklinggau 

LUBUKLINGGAU, JAMKESNEWS - Sudah tujuh tahun BPJS Kesehatan beroperasi melayani peserta JKN-KIS. Tetapi jauh sebelum tujuh tahun tersebut, BPJS Kesehatan merupakan transformasi dari PT Askes (Persero) yang telah sejak tahun 1968 menyelenggarakan jaminan kesehatan.

Sejak beroperasional sebagai BPJS Kesehatan, organisasi ini telah melayani ratusan juta penduduk Indonesia dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Salah satunya yakni Sumardiono (45) warga Kota Lubuklinggau dan Budi (33) warga Kabupaten Empat Lawang.

Sumardiono terdaftar bersama istri dan dua orang anaknya sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas III yang rajin membayar iurannya setiap bulan.

Ia yang merupakan penderita darah tinggi dan asma yang telah lama terdaftar di Program JKN-KIS, merasa sangat terbantu untuk berobat rutin.

“Saya terdaftar di Program Rujuk Balik (PRB). Setiap bulannya dapat obat darah tinggi dan asma, ambil obat rutin di Apotek Kimia Farma. Ambil obatnya sudah mulai dari tahun 2015 dulu.

Alhamdulillah sangat membantu untuk pengambilan obat rutin yang sangat diperlukan. kalau tidak ada obat itu langsung sesak napas,” ujar Sumardiono, Rabu (02/12).

Di Kabupaten Empat Lawang tetangga dari Kota Lubuklinggau, Budi yang merupakan peserta JKN-KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) juga mengaku terbantu dengan program ini.

Budi yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah melalui dana APBD mengaku pernah menggunakan kartu JKN-KIS untuk istrinya yang menjalani proses persalinan secara caesar di Rumah Sakit Dwisari Lubuklinggau.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dengan adanya Program JKN-KIS. karena sangat membantu dalam pengobatan dan untuk biaya persalinan istri saya.

Terlebih semuanya tidak dipungut biaya sama sekali, pelayanan juga tidak dibedakan, benar-benar bagus,” kata Budi.

Selain Sumardiono dan Budi, masih banyak lagi peserta JKN-KIS yang merasakan manfaat dan terbantu dengan program ini. Sudah sepatutnya kita sebagai masyarakat mendukung program ini agar terjaga kesinambungannya.

Salah satu caranya bisa dilakukan dengan membayar iuran secara rutin bagi peserta PBPU atau yang sering disebut peserta mandiri. (RW/na)

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved