Breaking News:

ALSA LC Unsri Gelar Sosialisasi CLCC ALSA LC Unsri 2020, Wujud Peduli Terhadap Perlindungan Anak

Pandemi Covid–19 berdampak buruk pada putus sekolah anak karena adanya sistem pembelajaran jarak jauh yang menjadi beban bagi masyarakat tidak mampu.

ISTIMEWA
Suasana webinar Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak dan 0,34%. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pada tahun 2020 tercatat ada 4.116 kasus kekerasan pada anak berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak dan 0,34% anak dari seluruh Indonesia yang putus sekolah berdasarkan data Kemdikbud.

Adapun pandemi Covid–19 ternyata berdampak buruk pada putus sekolah anak karena adanya sistem pembelajaran jarak jauh yang menjadi beban bagi kelompok masyarakat yang tidak mampu.

Serta masih banyak anak–anak mengalami kekerasan dan eksploitasi dari orangtua yang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid–19.

Menurut informasi yang didapat KEMEN PPPA mengatakan bahwa kekerasan terhadap anak meningkat sejak pandemi, maka dari itu pemerintah terus mengoptimalkan agar anak tetap terlindungi dan terpenuhi hak–haknya di masa pandemi.

Melihat kondisi tersebut yang terus meningkat ALSA Local Chapter Universitas Sriwijaya atau yang disingkat ALSA LC Unsri yang merupakan asosiasi mahasiswa Fakultas Hukum se–Asia.

Salah satu tujuannya untuk mencapai masa depan yang menjanjikan di Asia dan menanamkan kesadaran akan pentingnya tanggung jawab sosial. ALSA LC Unsri mengadakan kegiatan akademis yang menjadi agenda tahunan yaitu ALSA Care & Legal Coaching Clinic (ALSA CLCC). Didalamnya terdapat sosialisasi atau kampanye aksi sebagai cerminan dari socially responsible dan penyuluhan hukum, seminar, dan lain-lain.

Kegiatan CLCC ALSA LC Unsri 2020 diadakan pada tanggal 5 dan 6 Desember dan berlangsung secara sukses dan dihadiri masyarakat, pemuka masyarakat, organisasi dan komunitas serta anak-anak dengan mengungsung tema "Perlindungan Hak Anak dalam Pengembangan Diri dari Aspek Pendidikan".

Dalam kegiatan CLCC ALSA LC Unsri 2020 difokuskan kepada peningkatan Perlindungan Anak, yang dibuat dengan menyesuaikan pada pedoman penyelenggaraan perlindungan anak yang meliputi prinsip Non-diskriminasi, kepentingan yang terbaik bagi anak, hal untuk hidup, keberlangsungan hidup dan perkembangan serta penghargaan terhadap pendapat anak.

Pada hari pertama, tanggal 5 desember 2020 kegiatan ALSA Care dilakukan di Desa Gelebak Dalam, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan secara daring dan luring.

Kegiatan tersebut membawakan tema "Edukasi dalam Upaya Meningkatkan Prinsip Perlindungan Anak Sesuai dengan Pasal 22 UU NO. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak".

Halaman
123
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved