Breaking News:

Dikeroyok dan Dituding Sebagai Pelaku Money Politik di Pilkada PALI Kemarin, Agam Lapor Polisi

Agam Danil mengaku dianiaya dan dituding sebagai pelaku money politik oleh kelompok relawan Pasangan Calon (Paslon) malam menjelang Pilkada PALI.

SRIPOKU/REIGAN
Agam Danil Unbaras (21) Warga Pahlawan, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat melapor ke Polisi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI -- Agam Danil Unbaras (21) Warga Pahlawan, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendatangi Polres PALI.

Ia mengaku dianiaya dan dituding sebagai pelaku money politik oleh kelompok tidak di kenal yang mengaku relawan salah satu Pasangan Calon (Paslon) peserta Pilkada PALI. 

Didampingi dua orang rekannya, Ujang Pratama Ardiansyah alias Kholik dan Regi Mandala Putra melaporkan kejadian tersebut lantaran merasa dirinya telah dikeroyok dan disangka melakukan money politik.

Agam menceritakan, bermula ia bersama Kholik dan Regi mengendarai mobil plat BH 99 untuk bersilaturahmi ke rumah mertua Ega. 

Dimana, saat itu yang bersangkutan berada di rumah mertuanya, Selasa (8/12) sekitar pukul 23.15 WIB yang beralamat di Sumberejo Ujung
   
Namun, mobil ketiganya tersasar sehingga balik arah. Tanpa sepengetahuan ketiganya ada tiga mobil yang menghalangi jalan.

Beberapa orang langsung mengetuk pintu kendaraan, lalu mereka diminta turun oleh orang yang diduga berinisial IW. 

"Kami diinterogasi, identitas diperiksa, termasuk HP disita dan mobil digeledah. Didalam mobil hanya ditemukan plat merah BG 1491 PZ. Jadi tidak ada uang dan amplop saat digeledah di lokasi," cerita Agam saat ditemui Jumat, (11/12/2020).

Dibeberkannya, setelah mereka turun, dirinya lalu dipukul dengan menggunakan tangan kosong oleh Dc dan kawan-kawan.

"Saat itu posisi gelap dan lebih dari satu orang yang memukul. Lebih dari lima kali saya dipukul dibagian leher bagian belakang dan kepala bagian belakang," bebernya.

Lebih lanjut diterangkannya, dirinya tidak tahu pelaku dari mana. Namun, dirinya hanya tahu ada banyak mobil bertulisan "SATGAS ANTI POLITIK UANG" sehingga mereka dituduh membagi-bagikan uang. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved