Breaking News:

Pengakuan Lusi Tania, Janda Muda yang Larikan Uang Arisan, Mengaku Juga Ditipu Member

Lusi Tania mengaku bisnis arisan online yang digeluti mulai bermasalah Bulan sejak di Bulan November 2020.

SRIPO/ALAN NOPRIANSYAH
Lusi Tania, janda muda bandar arisan yang larikan uang Member diamankan di Sel Mapolsek Buay Sandang Aji (BSA), Senin (7/12/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA--Pasca buron lebih dari 3 pekan Lusi Tania (22) bandar arisan pelaku penggelapan uang akhirnya diamankan petugas kepolisian dari Satreskrim Mapolres OKU Selatan.

Sebagai tulang punggung keluarga, janda muda warga Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan Sumatera Selatan (Sumsel) mulai menggeluti bisnis arisan online sejak Bulan Juni 2020 lalu dan mulai bermasalah sejak di Bulan November.

Penyebab bisnis arisan online mulai bermasalah setelah ia ditipu oleh salah seorang member arisan yang berjenis duel atau arisan diikuti oleh dua orang member (anggota) dalam artian anggota penarik pertama diibaratkan sebagai peminjam dan orang terakhir sebagai peminjam namun dengan bunga 20 persen.

Nasib sial menimpanya, member yang telah lebih dulu mendapat giliran melarikan diri sehingga ia harus menderita kerugian mencapai Rp 124 juta, menutupi penagih arisan sebagai investor. 

Kala itu, tepatnya Bulan Agustus lalu, Lusi sempat melapor ke Mapolres OKU Selatan sebagai korban dengan melampirkan kerugian mencapai Rp 64 juta. Disamping itu, sebagai tulang punggung keluarga dan tidak memiliki penghasilan lainnya, uang arisan para member digunakan untuk keperluan sehari -hari. 

Press release penangkapan Lusi Tania (22) bandar arisan pelaku penggelapan uang  Satreskrim Mapolres OKU Selatan, Senin (7/12/2020).
Press release penangkapan Lusi Tania (22) bandar arisan pelaku penggelapan uang Satreskrim Mapolres OKU Selatan, Senin (7/12/2020). (SRIPOKU/ALAN)

Terus didesak oleh anggota, Lusi bersama keluarganya memutuskan untuk melarikan diri kerumah tantenya diwilayah Kota Jombang Provinsi Jawa Timur. 

Bisnis arisan online yang kerap dipromosikan lewat akun media sosial dan what apps hingga melakukan give away berdampak pada kepercayaan para korban mulai dari kalangan pihak anggota kepolisan, bhangkari, pegawai PNS, Bidan hingga ibu-ibu rumah tangga ikut bergabung.

Menurutnya, total sebanyak 55 orang korban bergabung mengikuti bisnis arisan online yang digelutinya sebelum viral terdapat 21 orang bermasalah dengan total kerugian para korban mencapai Ro 388 Juta.

Terpisah Kapolres OKU Selatan AKBP Zulkarnain Harahap SIK melalui Kasatreskrim AKP Apromico SIK, MH membenarkan telah mengamankan  tersangka penggelapan uang arisan online Lusi di Jawa Timur.

"Telah kita amankan tersangka L, kasus penggelapan dan penipuan yang bermodus arisan online tersangka atas nama L,"ujar Apromico saat press release di Kantor Satreskrim Mapolres OKU Selatan, Senin (7/12/2020).

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved