Breaking News:

Politik Uang Diprediksi Kencang di Menit Akhir Pilkada OI, IPO Institute Ungkap 50 Persen Keatas

Dijelaskannya jika berkaca dari survei, ternyata sekitar 57 persen warga, akan menunggu calon untuk menebar politik uangnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF
Direktur Eksekutif IPO Institute, Ahmad Muhaimin, M.Si yang juga Sekretaris Umum Asosiasi Lembaga Survei dan Hitung Cepat Indonesia (ALSHCI). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Jelang pencoblosan Pilkada di Kabupaten Ogan Ilir (OI) 9 Desember mendatang, lembaga survei IPO Institute mengungkapkan politik uang masih kemungkinan terjadi di menit- menit akhir, yang bisa mengubah situasi dilapangan.

Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif IPO Institute Ahmad Muhaimin, saat merilis hasil survei pasa leriode 29 November hingga 1 Desember 2020, dan entry data dan analisis pada 1-2 Desember 2020, di The Zuri Hotel Palembang, Jumat (4/12/2020) petang.

"Tentu saja dengan tindakan khusus, seperti politik uang bisa mengubah situasi dari apa yang terekam dalam survei. Namun perubahan yang terjadi tidak akan signifikan, apalagi jika masing-masing kandidat sama-sama all out di menit-menit terakhir. Jadi percuma saja," kata Muhaimin.

Dijelaskannya jika berkaca dari survei, ternyata sekitar 57 persen warga, akan menunggu calon untuk menebar politik uangnya.

"Tapi kembali lagi, jika sama- sama melakukan, artinya suara yang didapat sama. Beda halnya jika satu tidak melakukan, maka suara akan bergeser bagi yang melakukannya," terangnya.

Dikatakan Muhaiman, terhitung dari survei selesai dilakukan jelang Pilkada 9 Desember 2020, peta elektoral sudah semakin jelas terlihat, siapa yang akan terpilih sudah bisa diprediksi, dan posisi petahana terancam. 

"Secara llmiah, temuan survei memperlihatkan bahwa Panca Ardani yang akan tampil sebagai pemenang pilkada Ogan llir 9 Desember 2020 mendatang. Dalam kurun waktu yang sangat singkat, sulit bagi semua kandidat termasuk petahana dan penantang untuk mengubah peta yang ada," ujarnya.

Diungkapkan Sekretaris Umum Asosiasi Lembaga Survei dan Hitung Cepat Indonesia (ALSHCI), berdasarkan trmuan survei jika angka pengetahuan seputar Pilkada Kabupaten Ogan Ilir terbilang sudah sangat tinggi. 

Mayoritas mengetahui perhelatan Pilkada 9 Desember mendatang. Sebanyak 96,25 persen menyatakan akan ikut berparsisipasi menyalurkan suara kc TPS, 2,00 persen Tidak berniat datang ke TPS. 1,75 persen Tidak memberikan tanggapan. 

"Jika kondisi tersebut bisa bertahan hingga hari H, maka dapat dibilang bahwa Demokrasi di Ogan Ilir akan semakin Positif," bebernya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved