Breaking News:

Pasutri Diserang Pekerja Pasal Upah Bekerja di Lahat, Pelaku Bisa Dijerat Hukuman 15 Tahun Penjara

"Karena berdasarkan kronologi awal yang disampaikan aparat kepolisian, tidak tersirat adanya dendam dari pelaku kepada korban.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Tribunsumsel.com/Khoiril
Ilustrasi Berkelahi Bertengkar Berdebat 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Seorang pekerja kebun di Kabupaten Lahat nekat menusuk tuannya lantaran tersulut emosi saat menagih upah. 

Zakani Rizal (55) warga kelurahan Pasar Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang tewas mengenaskan usai ditusuk oleh diduga pelaku Yohanes alias Anas. 

Tak cukup sampai disitu, pelaku juga menyerang Nur Aini (50), istri korban dengan sajam hingga mengalami 3 luka tusuk bagian perut sebelah kanan. 

Terkait hal tersebut, dosen pidana umum Universitas Muhamadiyah Palembang sekaligus pengamat hukum Martini Idris SH MH menyampaikan kajian teoritisnya. 

Menurutnya, pelaku bisa saja terancam dijerat pasal 351 KUHP ayat 3 yang berbunyi jika mengakibatkan mati diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. 

"Karena berdasarkan kronologi awal yang disampaikan aparat kepolisian, tidak tersirat adanya dendam dari pelaku kepada korban.

Pelaku hanya menagih upah setelah menyelesaikan pekerjaan. Namun sepertinya korban tidak menepati janji setelah pekerjaan tersebut diselesaikan," ujarnya saat dihubungi, jumat (4/12/2020). 

Namun, Martini melanjutkan, apabila kematian korban memang menjadi tujuan saat menagih upah, maka pelaku bisa dijerat dengan pasal 338 KUHP. 

"Pasal tersebut berbunyi, barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun," ujarnya. 

Belajar dari kejadian itu, Martini mengatakan, masyarakat seharusnya lebih bersikap saling menghargai. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved