Ibu dan Lima Orang Anak yang Tinggal di Eks Kandang Sapi dapat Bantuan Bedah Rumah Baznas Muaraenim

Leni Marlena (36) warga Dusun I Desa Karang Raja Kabupaten Muaraenim tak menyangka akan memiliki rumah yang layak huni

Penulis: Ika Anggraeni | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/IKA
Leni Marlena (36) warga dusun I desa Karang Raja Kabupaten Muaraenim tak menyangka akan memiliki rumah yang layak huni dari BAZNAS Muaraenim. pasalnya selama ini ibu yang memiliki lima orang anak ini tinggal di bekas kandang sapi milik salah satu warga desa Karang Raja. 

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM- Leni Marlena (36) warga Dusun I Desa Karang Raja Kabupaten Muaraenim tak menyangka akan memiliki rumah yang layak huni, pasalnya selama ini ibu yang memiliki lima orang anak ini tinggal di bekas kandang sapi milik salah satu warga desa Karang Raja.

Saat ditemui Tribunsumsel.com disela-sela kesibukannya dalam kegiatan serah terima kunci Beda Rumah dari BAZNAS Kabupaten Muaraenim untuk Warga Desa Karang Raja yang bernama Leni Mardalena ,Kamis,(3/12/2020).

" Sebelumnya saya sekali tidak menyangka akan memiliki rumah sendiri, yang mana tanahnya adalah tanah hibah yang diberikan oleh bapak miskun yang kasihan pada saya dan anak-anak, dan alhamdulilah rumah kami dibangunkan oleh BAZNAS Muaraenim,"katanya.

Dikatakannya bahwa sehari-hari ia hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah salah satu warga desa Karang Raja Muaraenim.

" Awalnya saya dulu punya suami, tapi suami saya yang pertama meninggal, dan saya menikah lagi,namun dengan suami saya yang kedua saya cerai hidup, karena saya tidak tahan, saya selalu mengalami kekerasan dalam rumah tangga, saya minta cerai dengan suami saya kedua, dan kamipun pergi dari rumah suami saya yang kedua,"katanya.

Sejak saat itu,lanjutnya hidupnya bersama lima orang anak-anaknya menjadi tak menentu.

" Untuk bertahan hidup,saya menjadi tukang sayur keliling, berjalan kaki setiap hari, sambil nyari pekerjaan sebagi asisten rumah tangga di rumah warga di desa Karang Raja ini,"katanya.

Dikatakanya bahwa setelah bekerja menjadi asisten rumah tangga, ia ditawari salah satu warga untuk tinggal di eks kandang sapi miliknya.

" Katanya dari pada kami tinggal di kolong jembatan, mending kami tinggal di bekas kandang sapi miliknya, ya dengan  senang hati,akhirnya anak-anak sayapun saya boyong untuk pindah, dan sejak saat itu hingga saat ini,kami tinggal disini (eks.kadang sapi), dan dengan kebaikan pemiliknya, lantai yang sebelumnya hanya tanah akhirnya di semen dan kandang sapinyapun di perbaiki untuk kami tempati,"katanya.

Dikatakannya dari pencariannya dengan bekerja sebagai asisten rumah tangga, hanya memperoleh penghasilan sekitar Rp 1 juta perbulan.

"Sembari bekerja sebagai asisten rumah tangga, saya juga mengambil upahan menyetrika pakaian orang, dan nyambi pekerjaan apa saja yang penting halal, sehingga jika ditotal paling sekitar Rp 1 juta sebulan, uang itulah yang saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan kami sekeluarga,"katanya.

Dengan adanya bantuan bedah rumah ini, iapun merasa tenang karena ia dan anak-anaknya sangat terbantu dan bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak huni.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved