Breaking News:

Kreatifitas Tanpa Batas, Komunitas Kreatif Disabilitas Sumsel Ciptakan Karya Unik

Meski sejumlah anggota KKD penyandang tuna rungu, namun mereka juga bertanggung jawab terhadap penyandang status lainnya. 

TRIBUNSUMSEL/MELISA WULANDARI
Sejumlah penyandang tuna rungu dan wicara yang juga anggota KKD Sumsel sedang membuat tas 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Keterbatasan tak membuat anggota Komunitas Kreatif Disabilitas atau KKD Sumsel bermalas-malasan justru mereka mampu memproduksi hingga lima unit kreasi tas kain khas Sumatra Selatan (Sumsel) per hari. 

KKD Sumsel juga berhasil menciptakan karya unik dari Bumi Sriwijaya.

Anggota KKD pun selalu semangat dalam mengaplikasikan skill jahit dan handycraft menjadi barang bermanfaat.

Ketua KKD Sumsel Lega Raharja mengatakan, KKD ini merupakan gerakan amal dan gerakan kemanusiaan tapi untuk bidang usaha ekonomi.

"Sebenarnya mereka yang juga pelaku UKM disabilitas ini sudah punya industri kecil tapi tidak tercover. Ada yang buat masker, konektor, dan tas. Kami dari KKD Sumsel ini hanya mengarahkan mereka dan Alhamdulillah ada pendampingan dari Dinas Koperasi Sumsel," jelasnya, Selasa (1/12/2020).

Lega juga bertanggung jawab mengumpulkan anggota komunitas dan mencari SDM kreatif lain.

“Salah satu langkah agar para disabilitas ini bisa menemukan tempat untuk berkarya adalah dengan mengajak mereka tergabung dalam naungan Dinas Koperasi Sumsel,” ujarnya.

"Kami mencari mereka yang berkebutuhan khusus ini dengan mendatangi rumah mereka. Kalau mereka masuk di formasi pegawai, pasti kalah dengan yang umum. Makanya mau tidak mau secara alami mereka harus mencari uang dengan cara mandiri dan kreatifitas mereka sendiri," katanya.

Sejumlah penyandang tuna rungu dan wicara yang juga anggota KKD Sumsel sedang membuat tas
Sejumlah penyandang tuna rungu dan wicara yang juga anggota KKD Sumsel sedang membuat tas (TRIBUNSUMSEL/MELISA WULANDARI)

Meski sejumlah anggota KKD penyandang tuna rungu, namun mereka juga bertanggung jawab terhadap penyandang status lainnya. 

“Selama membina anggota KKD, hal tersulit yakni komunikasi. Maka dari itu, teknik pembelajaran dengan sistem tertulis,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved