Breaking News:

Berita OKU

Rincian Kekayaan Calon Tunggal Pilkada OKU 2020, Cawabup Johan Anuar Lebih Kaya dari Cabup Kuryana

Pasangan calon bupati dan wakil bupati OKU Drs H Kuryana Azis dan Drs Johan Nauar SH MM sudah melaporkan harta kekayaanya kepada KPUD OKU.

Editor: Vanda Rosetiati
Istimewa
Kuryana Azis dan Johan Anuar kembali bersatu di pemilihan kepala daerah (Pilkada) OKU tahun 2020 

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA  - Harta kekayaan calon wakil Bupati OKU Drs Johan Anuar SH MM yang tercatat di KPU OKU senilai Rp 3. 133.856.880 (Tiga Miliar seratus tiga puluh tiga juta delapan ratus lima puluh enam ribu delapan ratus delapan puluh rupiah) .

Sedangkan harta kekayaan calon Bupati OKU Drs H Kuryana Azis senilai Rp 2.347.292.780 ( Dua miliar tiga ratus empat puluh tujuh juta dua ratus sembilan puluh dua ribu tujuh ratus delapan puluh rupiah), data ini didapat dari KPU OKU.

Ketua KPU OKU Naning Wijaya ST didampingi Yudi Risandi SSos MSi (Divisi Teknis Penyelenggaraan) menjelaskan, pasangan calon bupati dan wakil bupati OKU Drs H Kuryana Azis dan Drs Johan Nauar SH MM sudah melaporkan harta kekayaanya kepada KPUD OKU setelah mereka ditetapkan sebagai pasangan calon yang akan maju pada Pilakda OKU tahun 2020.

Di kesempatan itu Ketua KPU OKU yang juga didampingi Jaka Irhamka SH (Divisi Hukum dan Pengawasan Dana Kampanye ) menjelaskan, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati OKU Drs H Kuryana Azis dan Drs Johan Anuar SH MM juga sudah membuka rekening kampanye dengan saldo awal Rp 40 juta dengan rincian dari Drs H Kuryana Azis senilai Rp 20 juta dan dari Drs Johan Anuar juga senilai Rp 20 juta.

Selain dari dana pribadi masing-masing, calon tunggal ini juga diperbolehkan menerima dana dari donatur dengan batasan maksimal total dana kampanye senilai Rp 8 miliar.

Dana itu bisa dari perseorangan masimal masimal 75 juta/orang dan dari kelompok, organisasi, perusahaan masksimal Rp 750 juta/ kelompok atau perusahaan.

Syaratnya untuk perseorangan harus melampirkan KTP, NPWP dan bukti setor. Kemudian untuk kelompok atau perusahaan harus dilengkapi pajak, keterangan bahwa perusahaan bersangkutan tidak dalam kondisi pailit.

Sedangkan yang difasilitasi oleh KPU berupa APK (Alat Peraga Kampanye) meliputi umbul-umbul, baleho billdboard, spanduk. Menurut Ketua KPU untuk umbul-umbul difasilitasi 10 buah per Kecamatan, baleho dan billdboard masing-masing 5 buah per kabupaten, sedangkan sepanduk dua buah per desa.

Tim kampanye paslon boleh memperbanyak 200 persen dari yang sudah difasilitasi KPU. Kemudian bahan kampanye meliputi pamflet, brosur, poster, stiker. Bahan kampanye yang difasilitasi KPU ini banyaknya sama dengan jumlah KK di Kabupaten dan bisa diperbanyak oleh tim kampanye pasangan calon sebanyak 100 persen.

Pantauan di lapangan, paslon Bupati dan Wabup lebih banyak memanfaatakan masa kampanye dengan melakukan kampanye dialogis dengan massa tidak lebih dari 50 orang serta tetap mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

Pilkada dengan paslon tunggal melawan kotak kosong (koko) juga berpengaruh pada tidak wajah Kota Baturaja yang tidak terlalu banyak umbul-umbul, baleho billdboard, spanduk. (SP/leni juwita)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved