Berita Prabumulih

Ridho Yahya Kirim Surat ke Presiden, Minta Penimbunan Tol Tidak Gali Tanah di Prabumulih

Wali kota minta perusahaan-perusahaan pemenang tender penimbunan jalur tol tidak mengambil dan menggali tanah di Prabumulih

Penulis: Edison | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Edison
Walikota Prabumulih Ridho Yahya secara tegas meminta perusahaan-perusahaan pemenang tender penimbunan jalur tol tidak mengambil dan menggali tanah di Prabumulih. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Walikota Prabumulih Ridho Yahya secara tegas meminta perusahaan-perusahaan pemenang tender penimbunan jalur tol tidak mengambil dan menggali tanah di Prabumulih.

Ridho tak ingin lingkungan di kota nanas hancur akibat galian tanah oleh perusahaan untuk penimbunan jalur tol.

"Itu bukan larangan tapi imbauan kita agar perusahaan jangan mengambil tanah di kota Prabumulih, kita menginginkan menyelesaikan masalah tanpa ada masalah,"

"Kalau mengambil tanah timbunan di Prabumulih kita khawatir timbul masalah baru," kata Ridho.

Ridho mengatakan, ada beberapa faktor pihaknya mengimbau perusahaan agar tidak mengambil atau mengeruk tanah di kota Prabumulih yakni Prabumulih tidak luas, dataran banyak rendah dan prabumulih adalah kota.

"Kota kita ini hanya ada 6 kecamatan dan 37 kelurahan serta desa, sangat kecil kalau dibanding daerah lain. Selain itu di Prabumulih inu banyak dataran rendah, kalau dikeruk nanti terjadi masalah baru, banjir dan lain-lain," jelasnya.

Baca juga: Pamit Mandi, Remaja Perempuan di Muba Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Keruh  

Ridho mengaku tidak ada unsur apa-apa dalam hal permohonan disampaikan ke perusahaan pemenang tender tol tersebut namun lebih mengutamakan menjaga lingkungan kota Prabumulih agar tidak mengalami dampak kedepannya.

"Bukan tidak mendukung tapi sangat mendukung, apalagi kita tercepat pembebasan lahan. Kita tidak mau selesai tol ada masalah baru untuk masyarakat kita, silahkan ambil tanah ke kabupaten lain karena mereka banyak dataran tinggi dan wilayah luas," harapnya.

Lebih lanjut Ridho menuturkan pihaknya bahkan telah mengirim surat ke perusahaan Waskita Karya (WK) ditembuskan ke Presiden dengan beberapa alasan agar tidak melakukan penggalian tanah di kota Prabumulih.

"Kita surati itu WK tembusan pak Presiden, tujuan tak lain tak bukan karena prabumulih wilayah kecil, tidak ada dataran tinggi dan sebagian besar kota," tuturnya.

Hingga saat ini belum ada perwakilan PT Waskita Karya di kota Prabumulih yang bisa dikonfirmasi oleh wartawan.

Baca juga: Jelang Belajar Tatap Muka, Seluruh Sekolah di OKI Wajib Lakukan Hal Ini, Dari PAUD hingga SMP

Seperti diketahui, saat ini tol Ogan Ilir - Prabumulih dan Prabumulih - Muaraenim telah memasuki tahapan ganti rugi bahkan untuk kota Prabumulih sebagian besar telah selesai diganti rugi.

Berdasarkan informasi dihimpun Tol Indralaya-Prabumulih bakal dibangun sepanjang 65 Km dan Tol Prabumulih-Muaraenim sepanjang 54 Km.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved