Pilkada Rejang Lebong Bengkulu: ASN dan TKS Jangan Mau Diperalat

Pilkada serentak 2020 tinggal beberapa minggu lagi. Di beberapa daerah, dugaan keterlibatan para Aparatur Sipil Negara (ASN)dan honorer menjadi sorota

Editor: Prawira Maulana
Tribunsumsel.com
Pilkada Serentak 2020 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA – Pilkada serentak 2020 tinggal beberapa minggu lagi. Di beberapa daerah, dugaan keterlibatan para Aparatur Sipil Negara (ASN)dan honorer menjadi sorotan.

Di Bengkulu, isu ini juga ikut berkembang. Ada sorotan di Pilkada Rejang Lebong. Pengamat Politik Mirza Yasben berharap ASN dan TKS diharapkan jangan mau diperalat demi kepentingan politik. ‘’Kita berharap ASN maupun honorer atau TKS jangan mau diperalatan demi kepentingan politik sesaat. Khususnya ASN yang memang sudah ada aturan tegas dan larangan untuk ikut berpolitik,’’ terang Mirza.

Dalam peraturan perundang-undangan sudah ditegaskan bahwa ASN tidak boleh ikut kampanye, apalagi secara terang-terangan mengajak dan mendukukung salah satu pasangan calon (paslon).

Seluruh paslon juga diharapkan untuk memberikan pendidikan politik yang bagus kepada masyarakat, salah satunya dengan tidak memperalat ASN untuk memilih salah satu paslon.

‘’Kita juga berharap agar Pilkada bisa berjalan damai dan kondusif serta jujur dan adil, seluruh paslon jangan menggunakan segala cara, apalagi memperalat ASN untuk memilih salah satu paslon agar bisa menang dalam Pilkada. Karena itu melanggar aturan dan pasti akan ada sanksinya jika terbukti,’’ sambung Mirza.

Ditambahkan Mirza, khususnya ASN, dirinya berharap untuk tidak takut terhadap segala bentuk intimidasi terkait statusnya sebagai ASN, sehingga memilih paslon tidak sesuai hati nurani. Paslon terpilih dan hanya menjabat selama satu periode atau lebih kurang maksimal lima tahun.

‘’Sedangkan ASN, mengabdi kepada negara sesuai umur mereka, apalagi masih muda, kenapa harus takut diintimidasi. Apalagi jika takut dimutasi dan tidak dapat jabatan. Menjadi ASN melalui seleksi dan mendapatkan jabatan, juga sesuai golongan kepangkatan dan kemampuan bidang latar belakang pendidikan. Siapapun kepala daerahnya mereka tetap bisa bersaing untuk mendapatkan jabatan sesuai dengan kompetensi diri,’’ demikian Mirza.

Sebelumnya Tim Hukum Paslon Bupati-Wakil Bupati Susilawati-Ruswan (RL) Pilkada Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Agustam kemarin mendatangi Bawaslu Provinsi Bengkulu untuk melengkapi berkas laporan dugaan terkait peristiwa pelanggaran Terstruktur, Sistematis, massif (TSM). Menurut kuasa hukum Tim RL, Agustam mengatakan dengan berkas laporan yang sudah lengkap ini mereka oiptimistis dengan bukti-bukti yang ada.

“Apalagi tindakan kami melaporkan dugaan pelanggaran TSM ini sebagai upaya melindungi ASN khususnya di lingkungan Pemkab Rejang Lebong agar tidak diperalat oknum pejabat demi kepentingan politik,” ujarnya.

Seperti diketahui empat pasangan calon kepala daerah yang akan bertarung dalam Pilkada Rejang Lebong yakni pasangan nomor urut 1 adalah Muhammad Faisal SE MM MCOD - Fatrolazi diusung PKB, Gerindra, PDIP, Hanura, Demokrat dan didukung dua parpol non parlemen PPP dan PSI dengan jumlah kursi 14, pasangan nomor urut 2 adalah pasangan Hj Susilawati – H. Ruswan YS diusung Partai Golkar dan Nasdem dengan jumlah kursi parlemen delapan, pasangan nomor urut 3 Syamsul Effendi – Wahyudiansyah yang diusung dari jalur perseorangan dan pasangan nomor 4 adalah M Fikri Thobari – Tarsisius Samuji yang diusung dari Partai Perindo dan PAN dengan jumlah kursi enam.(rel)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved