Berita Palembang
Luar Biasa, Orang Indonesia Pakai Bahan Bakar Pesawat untuk Memasak, Orang Luar Negeri Sampai Heran
Orang di luar negeri heran di Indonesia bahan bakar mahal (avtur) malah digunakan untuk masak karena harganya sangat mahal.
Penulis: Hartati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah mengurangi jumlah peredaran minyak tanah di masyarakat dengan menggulirkan program penggunaan gas LPG bersubsidi.
Alasan pemerintah membatasi peredaran minyak tanah ini karena ternyata minyak tanah merupakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang bisa dijual mahal karena jika diolah sekali lagi bisa langsung jadi Avtur.
Unit Manager Communication, Relation & CSR Pertamina MOR II Sumbagsel, Umar Ibnu Hasan mengatakan, minyak tanah adalah bahan bakar bernilai tinggi dan bisa dijual mahal jika sudah menjadi avtur.
Sehingga minyak tanah lebih baik diolah menjadi bahan bakar pesawat terbang dari pada dijual murah menjadi minyak tanah.

Oleh sebab itulah pemerintah mengalihkan bahan bakar bagi masyarakat dengan gas karena lebih murah dan juga lebih bersih gas buangnya.
Gas juga mulai digalakkan untuk bahan bakar kendaraan dan mesin Speedboat karena gas buangnya bersih sehingga ramah lingkungan.
"Avtur dan minyak tanah kalau dimasukkan dalam gelas tidak akan bisa dibedakan karena warna dan baunya sama persis karena memang minyak tanah itu bahan pembuatan avtur," ujarnya ketika silaturahmi ke Graha Tribun, Kamis (26/11/2020).
Umar mengatakan bedanya avtur dan minyak tanah baru bisa dibedakan kalau minyak tanah beku jika di udara, sementara itu avtur tidak akan beku jika di udara (di pesawat).
Umar mencerikatakan pengalamannya karena orang di luar negeri heran di Indonesia bahan bakar mahal (avtur) malah digunakan untuk masak karena harganya sangat mahal.