Jawaban Lugas Mantan Pangkostrad Terkait Rencana Kedatangan Habib Rizieq ke Medan

Mantan Pangkostrad sekaligus Gubernur Sumatera Utara, Letjen Purn Edy Rahmayadi meminta Habib Rizieq untuk menunda kedatangannya ke Medan

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Gubernur Edy Rahmayadi Lompat Pagar Temui Demonstran 

TRIBUNSUMSEL.COM - Mantan Pangkostrad sekaligus Gubernur Sumatera Utara, Letjen Purn Edy Rahmayadi meminta Habib Rizieq untuk menunda kedatangannya ke Medan.

Wacana kedatangan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Sumatera Utara mendapat tanggapan oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.

Edy menyebutkan sebelum benar-benar akhirnya mengagendakan datang ke Sumut, dirinya akan terlebih dahulu menjalin komunikasi dengan Habib Rizieq.

Mantan Pangkostrad itu mengaku akan menjelaskan kondisi terkini Sumut yang tengah berjuang melawan penyebaran covid-19 kepada Habib Rizieq dan minta untuk menunda rencana Imam Besar FPI tersebut.

"Kalau itu kita bilang baik baik lah. Jangan dulu datang pak ustaz, pak ulama, tunda dulu. Di sini sedang covid-19, tak baik lah kita, mereka mau datang ditolak," sebut Edy, di Rumah Dinas usai Salat Zuhur, Kamis (26/11/2020).

Ia akan menjelaskan kepada Habib Rizieq bahwa Sumut saat ini sedang menerapkan protokol kesehatan, salah satunya menghidari kerumuman banyak orang dan saling menjaga jarak satu sama lain.

Menurutnya hal itu sebagai upaya antisipasi, meminimalisir semakin banyak masyarakat Sumut yang akan tertular virus corona.

Sebab diketahui setiap kegiatan yang dihadiri Habib Rizieq bakal dapat mengundang antusias massa dan dikhawatirkan akan terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

"Nanti kalau beliau benar-benar mau datang. Saya gubernur nih, kan saya Kasatgas Covid-19 di Sumut. Nanti saya yang ngomong langsung ke beliau. Karena beliau kalau datang, umatnya banyak. Bukan kita tidak menghargai umatnya, tidak. Tetapi kita sedang menegakkan protokol kesehatan, salah satunya mengatur jarak ya," jelasnya.

Ia pun menegaskan tidak ada satu pun orang di Sumut yang berhak melarang atau menolak kehadiran seorang tokoh, karena Indonesia merupakan negara demokrasi yang merdeka.

"Republik ini sudah merdeka. Tolong lah yang baik-baik aja kita semua. Kita akan bicara baik-baik," ujarnya

Diketahui, belakangan ini muncul gerakan penolakan kehadiran Habieb Rizieq di Sumut. Dimulai dari pemasangan spanduk hingga berunjuk rasa ke kantor Gubernur Sumut.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Habib Rizieq Berencana Datang Ke Sumut, Gubernur Edy Rahmayadi: Tunda Dulu Selama Pandemi Covid-19

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved