Breaking News:

Ketua KPK Singgung Buku Bacaan Anies, Mengaku Tahun 2002 Sudah Baca Padahal Terbit Pertama 2018

Ketua KPK Singgung Buku Bacaan Anies, Mengaku Tahun 2002 Sudah Baca Padahal Terbit Pertama 2018

Editor: Siemen Martin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPK Firli Bahuri 

TRIBUNSUMSEL.COM - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyinggung unggahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di media sosial Twitter yang tengah membaca buku berjudul 'How Democracies Die'.

Anies mengunggah foto sedang membaca buku di media sosial Twitter pada Minggu (22/11/2020). 

"Kemarin saya lihat ada di media, Pak Anies membaca How Democracies Die.

Bukunya ada itu sudah lama tahun 2002, saya sudah baca buku itu. Kalau ada yang baru baca sekarang, kayak baru bahwa itu udah lama," kata Firli dalam acara Serah Terima Barang Rampasan dari KPK yang disiarkan YouTube KPK, Selasa (24/11/2020).

Menurut Firli, banyak negara gagal mewujudkan tujuan negara, karena masifnya perbuatan korupsi.

"Kita paham bahwa tindak pidana korupsi ini menjadi perhatian kita bersama dan bukan hanya perhatian bangsa Indonesia, tetapi seluruh dunia memberikan perhatian terhadap korupsi. Karena kejahatan ini adalah kejahatan yang luar biasa, makanya penanganan dilakukan secara luar biasa," ucap Firli.

Firli tak memungkiri, perilaku korupsi dapat merusak seluruh sendi kehidupan.

Dia menyebut, penanganan korupsi dapat dilakukan dengan tiga cara.

Pertama, melakukan penyelamatan keuangan dan negara.

Kedua, menjamin tersampaikannya hak-hak politik dan sosial.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved