Breaking News:

Tips dan Trik

Cara Membuat Brand Agar Bisnis UMKM Dikenal Luas, Kritik Konsumen Jangan Dianggap Kendala

Kritik dari konsumen jangan dianggap sebagai halangan atau kendala bisnis karena review jujur pelanggan juga memberikan masukan yang baik.

Penulis: Hartati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/HARTATI
Narasumber Webinar menjelaskan kiat membangun branding UMKM di masa pandemi yang digelar Bank Indonesia, Selasa (24/11/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pakar Brand Subiakto Priosoedarsono membagikan tips membangun bisnis dengan menciptakan brand yang menjadi tren dan dikenal luas oleh masyarakat.

Menurutnya untuk menciptakan braning produk tidak harus mengubah identitas produk itu karena identitas itu sangat penting.

Hal yang tidak kalah penting adalah servis pada pelanggan dengan mendengarkan keluhan atau feedback dari pelanggan sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas produk.

"Masukan atau kritik dari konsumen jangan dianggap sebagai halangan atau kendala bisnis karena review jujur pelanggan juga memberikan masukan yang baik untuk peningkatan kualitas produk ke depannya," ujar Subiakto saat menjadi narasumber Webminar membangun Branding UMKM di masa pandemi yang digelar Bank Indonesia, Selasa (24/11/2020).

Meminta feedback dari konsumen juga Isa menandingi bagian dari relationship sehingga akan mengembangkan jaringan lebih luas lagi.

Selain itu, komunikasi dengan pelanggan juga menentukan nilai lebih karena pelanggan merasa dihargai jika komunikasi dua arah berjalan baik.

Desainer, Jenehara Nasution mengatakan membangun brand juga harus memikirkan pemasarannya. Jangan hanya fokus dan berambisi memasarkan produk di luar negeri karena standar proruk luar negeri sangat ketat.

Dia mencontohkan saja bisnis busana muslim, Indonesia sebagai pangsa pasar busana muslimah menjadi buruan perancang luar negeri yang akan memasarkan produknya di Indonesia karena sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

Oleh sebab itu, daripada harus memasarkan produk di luar negeri lebih baik menjadi tuan rumah di rumah sendiri.

"Go internasional membangun brand dan memasarkan produk di luar negiri memang Angus tapi harus tahun benar seluk beluknya dan juga standar busana muslimah di luar negeri sebab di tanah air sendri hingga saat ini tidak ada standar dan size khsusus karena berbeda designer berbeda selera dan standarnya," ujarnya.

Ikuti Kami di Google

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved