Berita OKU

Pasca 4 Warga di OKU Tersambar Petir Saat Cas Hp Pakai PLTS, Pedagang Kompak Bilang Tidak Jual Alat

Tidak bisa dipungkiri pembangkit listrik tenaga kecil ini merupakan solusi bagi penduduk yang tinggal di daerah terpencil belum ada jaringan listrik.

Editor: Vanda Rosetiati
tribunsumsel.com/khoiril
Ilustrasi Petir 

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA - Pasca peristiwa 4 warga tersambar petir saat berada di dekat panel PLTS 5 hari lalu, semua toko yang menjual alat-alat listrik di Kota Baturaja Kabupaten Ogan Komeirng Ulu Propinsi Sumatera Selatan, kompak mengaku tidak menjual panel Pembangkit Lstrik Tenaga Surya (PLTS Rooftop).

Pantauan di lapangan Jumat (20/11/2020) sejumlah toko yang menjual peralatan listrik mengaku tidak menjual PLTS Rooftop.

Pemilik Toko Peralatan Listrik di Jalan Jenderal Ahmad Yani, di Jalan Lintas Sumatera di Jalan Sudirman. Semuanya kompak mengaku tidak menjual panel pembangkit listrik tenaga surya.
Hanya satu pemilik toko yang mengaku ada stok namun terkesan ragu-ragu dan terlalu banyak bertanya seolah-olah ingin memastikan apakah orang yang bertanya benar-benar mau beli atau ada kepentingan khusus.

"Ado nak berapo WP apo 10, apo 20,apo 100 WP," tanya si pedagang sambil mengatakan kalau yang 100 Wp harganya Rp 700 ribu diluar aki.

Namun pedagang tidak mau memperihatkan bentuk barang yang dimaksud.

Di sisi lain, sejumlah warga di pedesaan mengatakan, sebelum ada korban yang tersambar petir saat posisinya berada di sekitar PLTS , panel PLTS dijual bebas bahkan sampai di kalangan-kalangan.

Warga bebas membeli untuk keperluan sendiri. Tidak bisa dipungkiri pembangkit listrik tenaga kecil ini merupakan solusi bagi penduduk yang tinggal di daerah terpencil dan belum ada jaringan listrik.

PLTS Rooftop ini panel surya adalah suatu komponen yang dapat digunakan untuk mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik bisa untuk mengecas HP, untuk lampu penerangan .

Itulah sebabnya, banyak warga yang bersemangat untuk memiliki pembangkit listrik tenaga kecil ini.

Harganya pun terjangkau kisaran dari ratusan ribu sampai Rp 1 juta tergantung kapasitasnya.

"Menyeluruh kalau di talang-talang punyo galo alat ini," kata Apriyansyah Saputra (korban yang selamat dalam amukan perir Senin lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya peristiwa memilukan menimpa satu keluarga yang tewas disambar petir di Talang Muara Tenggiling Desa Karang Lantang, Kecamatan Muarajaya, Kabupaten OKU. Tiga korban tewas seketika dan satu korban selamat.

Korban yang tewas dalam musibah alam Senin (16/11/2020) itu meliputi Hamimah binti Ro’i ibu rmah tangga, Joni Andika bin Bayumi alais Dika bin Bayumi (21) petani dan Hendri bin Dahlan (30), petani. Sedangkan satu korban yang selamat atas Apriyansyah alis Yansyah bin Bayumi (26).

Korban Yansyah selamat dari maut dengan kondisi mengalami luka bakar akiabat disambar di bagian pantat. Kondisi korban sudah membaik dan tinggal pemulihan lagi.

Menurut informasi di lapangan, panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang dipasang di pondok korban diduga menjadi pemicu 4 korban disambar petir dalam musibah alam. Menurut penuturan korban yang selamat, pada sore naas itu sedang turun hujan.

Ikuti Kami di Google

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved