Breaking News:

Wisata dan Kuliner

Rencana Pengembangan Pulau Kemaro : Dibangun Hotel, Lapangan Golf, Hingga Sawah Wisata Agropolitan

Sesuai konsep pembagian blok lingkungan tahun 2019, kawasan Pulau Kemaro akan dibuat menjadi lokasi wisata terpadu

Editor: Wawan Perdana
Bappeda Palembang
Sesuai konsep pembagian blok lingkungan tahun 2019, kawasan Pulau Kemaro akan dibuat menjadi lokasi wisata terpadu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pengembangan kawasan wisata Pulau Kemaro masih menunggu selesainya penyusunan detail engineering design (DED).

Penyusunan DED menjadi poin penting dalam tahapan pengembangan Pulau Kemaro.

Dengan adanya DED maka Pemerintah Kota Palembang lebih mudah menjual rencana pengembangan Pulau Kemaro kepada investor ataupun swasta melalui sistem kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

"Untuk Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) kita sudah ada. Tinggal perlu menyiapkan perencanaan DED dari masing-masing OPD, baik dari PUPR, PRKP ataupun Pariwisata dan terkait lainnya yang kita harapkan 2021 DED-nya sudah selesai," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Litbang Kota Palembang, Harrey Hadi, Senin (16/11/2020).

Dijelaskan Harrey, untuk tahapan pengembangan kawasan Pulau Kemaro sepenuhnya tidak akan menggunakan dana Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Pemkot Palembang.

Baca juga: Cerita Rakyat Sumatera Selatan (Palembang) : 2 Versi Legenda Pulau Kemaro (Pulau Kemarau)

"Dana fisik tidak akan dilakukan menggunakan dana APBD, tidak mungkin sama sekali. Anak kecil saja bisa mau belanjakannya. Tapi perlu inovasi lain mencari pendanaan diluar APBD."

"Kalau dokumen perencanaannya saja tidak punya mau bagaimana caranya dapat dana APBN, hibah atau investor," katanya.

Bila DED rampung, maka Pemerintah Kota Palembang juga dapat segera mengajukkan ke kementerian agar tahapan pengembangan kawasan Pulau Kemaro memperoleh bantuan dana APBN.

"Kita coba usulkan Rp 15 Miliar agar Pulau Kemaro masuk dalam program pencairan pembangunan APBN, tapi sekali lagi mereka tetap minta DED."

"Perencanaan ini harus komprehensif, kalau punya DED bukan hanya bisa menawarkannya ke pusat tapi juga ke perbankan/perusaahan besar di sini," ungkapnya.

Baca juga: Mau Liburan ke Pulau Kemaro Palembang ? Ini Tarif Ketek, Speed Boat, dan Kapal di BKB

Dijelaskan Harrey, memang belum lama ini Bank Indonesia memberikan bantuan penataan di kawasan Kampung Air Pulau Kemaro.

Namun untuk lahan milik Pemkot sendiri seluas 25 hektare masih harus ada tindak lanjut.

Sesuai konsep pembagian blok lingkungan tahun 2019, kawasan Pulau Kemaro akan dibuat menjadi lokasi wisata terpadu.

Akan disediakan resort, hunian empat rumah dua lantai, IPAL terpadu, sawah wisata agropolitan, tempat pemancingan, parkir kendaraan, outbond dan playground, kandang hewan, bank sampah, pusat edukasi agropolitan, entertainment center 2-4 lantai, hotel/apartment 8 lantai, commercial (mall) 2-4 lantai, rumah nelayan, golf dan dermaga nelayan.

"Kita terima kasih, BI menata sebagian kecil dekat Pagoda terutama pemberdayaan ekonomi masyarakat disana," ujarnya. (SP/ Rahmaliyah)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved