Breaking News:

Gurihnya Omzet Keripik Jamur Tiram di Masa Pandemi, Sehari Lia Warga Sako Bisa Kantongi Rp 200 ribu

Jika dibandingkan jamur segar yang per 1 kg hanya Rp22 ribu, keripik jamur tiram per 1 kg dibanderol dengan Rp 60 ribu.

SRIPO/JATI PURWANTI
Lia, saat mengolah jamur menjadi keripik di depan rumah produksi jamur miliknya di Jalan Sukakarya 2 Nomor 1, Kelurahan Sukamaju Kecamatan Sako Palembang, Senin (16/11/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Lia Elyanti mulanya hanya berfokus pada bisnis jamur tiram segar dengan merek El Jamur sejak pertama kali memulai bisnis pada pertengahan 2019.

Seiring waktu berjalan atau setelah enam bulan hanya menjual jamur mentah, rupanya peminatnya mulai berkurang karena situasi pandemi sejak awal Maret lalu. Tak ingin bisnisnya mati, Lia pun mencoba menjadikan jamur menjadi produk olahan lain yakni keripik.

"Jamurnya kurang pembeli. Jamur segar banyak tidak terjual. Akhirnya gimana caranya jamur bisa bertahan lama disimpan akhirnya muncullah ide buat keripik jamur," ujar Lia, saat mengolah jamur menjadi keripik di depan rumah produksi jamur miliknya di Jalan Sukakarya 2 Nomor 1, Kelurahan Sukamaju Kecamatan Sako Palembang, Senin (16/11/2020).

Inovasi Lia ternyata berbuah manis, peminat keripik jamur olahannya bahkan lebih tinggi dibanding jamur segar. Perbandingan permintaan antara keripik dan jamur yakni 70:30.

Bahkan, saat ini dalam sehari Lia bisa mengantongi Rp 200 ribu dari penjualan keripik jamur. Jika dibandingkan jamur segar yang per 1 kg hanya Rp22 ribu, keripik jamur tiram per 1 kg dibanderol dengan Rp 60 ribu.

Tak hanya ukuran besar, Lia mengemas keripik jamur menjadi ukuran 250 gram agar semua kalangan dapat membelinya karena harga yang terjangkau.

"Lumayan sekali dibanding jamur segar yang cepat busuk. Keripik bisa tahan lama dan lebih disukai konsumen," terang dia.

Lia mengatakan, di awal-awal mencoba membuat keripik dia sempat beberapa kali gagal. Terlebih, saat itu dia hanya mempelajari cara membuat keripik dari video di YouTube. Berdasar dari tekad agar produk keripik harus bisa lebih laku dari jamur segar, Lia pun tak pantang menyerah.

Saat keripik buatannya memang baru menyediakan rasa keripik orisinil atau gurih dari tambahan bumbu yang terdiri dari bawang putih, bawang merah, gula, garam dan penyedap rasa. Ke depannya, ujar Lia, akan ada variasi rasa baru untuk keripik jamur tiram.

"Alhamdulillah sekarang sudah dipasarkan secara online lewat Facebook dan WA. Pembelinya memang kebanyakan dari Palembang tapi sudah lebih dari cukup menutup biaya operasional jamur tiram." kata Lia.

Ikuti Kami di Google

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved