Breaking News:

'Dia ada Hubungan Gelap Sama Istri Saya', Luapan Emosi Penusuk Kadispora OKUS, Dendam Sejak 2018

Saat dimintai keterangan, NJ mengungkapkan motif penusukan yang dilakukannya karena dendam sejak lama.

Sripo/ Alan Nopriansyah
Kadispora OKU Selatan Ahmad Yani yang menjadi korban pembacokan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Ismada di Kota Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Sumsel, Minggu (8/11/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA- Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) OKU Selatan Ahmad Yani (55 tahun) ditikam saat menghadiri pesta pernikahan, Minggu (8/11/2020).

Diduga pelaku memiliki dendam sejak lama.

Pelaku, NJ (40 tahun) menuding Ahmad Yani dituding sebagai biang kerok rusaknya rumah tangga NJ.

Kadispora diduga menjalin hubungan gelap dengan M, istri NJ.

Tiga bulan setelah perselingkuhan itu, NJ dan istrinya M bercerai, tepatnya pada 18 Desember 2018.

Tersangka penusuk Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) OKU Selatan di Polres OKU Selatan, Rabu (11/11/2020).
Tersangka penusuk Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) OKU Selatan di Polres OKU Selatan, Rabu (11/11/2020). (Sripo/ Alan Nopriansyah)

Baca juga: Satu Keluarga Meninggal setelah Resepsi Pernikahan, Awalnya Pengantin Wanita, Disusul Ibu dan Ayah

Baca juga: FAKTA BARU Video Asusila 48 Detik Oknum PNS, Diduga Dokter dan Bidan di Puskesmas, Lokasi Terbongkar

Baca juga: 12 November jadi Hari Ayah Nasional, Simak Sejarahnya

Sempat buron tiga hari, NJ akhirnya menyerahkan diri ke Polres OKU Selatan, Selasa (10/11/2020) malam.

Saat dimintai keterangan, NJ mengungkapkan motif penusukan yang dilakukannya karena dendam sejak lama.

"Saya lakukan (penusukan) secara spontan, karena ada masalah lama, hancurnya rumah tangga saya karena Ahmad Yani,"sebut tersangka NJ saat press release penyerahan diri tersangka di Mapolres OKU Selatan, Rabu (11/11/2020).

Bahkan dengan ekpresi wajah yang masih geram diungkapkan pelaku NJ, dendam lama tersebut tak lain sakit hati yang disebabkan hubungan gelap mantan istrinya M (39 tahun) yang berprofesi sebagai guru senam dengan korban yang berlangsung hingga saat ini.

Baca juga: Hati Suami Hancur saat Tahu Istri Hamil setelah 3 Bulan jadi Pasien RSJ, Faktanya Terbongkar

Kadispora OKU Selatan Ahmad Yani yang menjadi korban pembacokan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Ismada di Kota Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Sumsel, Minggu (8/11/2020).
Kadispora OKU Selatan Ahmad Yani yang menjadi korban penusukan saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Ismada di Kota Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Sumsel, Minggu (8/11/2020). (Sripo/ Alan Nopriansyah)

Disampaikannya, hubungan korban dan istrinya diketahui berlangsung sejak tanggal 3 September 2018.

Tersangka mengetahui, korban dan mantan istrinya itu kerap berkomunikasi lewat telpon.

"Dia ada hubungan gelap sama istri saya sejak tahun 2018 hingga saya berpisah, bahkan sebelumnya saya sempat mengirim SMS pada korban untuk bertemu menyelesaikan masalah ini tapi dia tidak mau,"ungkap NJ.

Kapolres OKU Selatan AKBP Zulkarnain Harahap didampingi Kasatres Narkoba AKP Apromico, membenarkan terkait motif penganiayaan terhadap korban seorang pejabat kepala dinas didasari dendam.

"Korban adalah bekerja sebagai Kadispora OKU Selatan, untuk motif penganiayaan ini adalah adanya sakit hati, akan tetapi sakit hatinya ini masih kita proses pendalaman,"ujar Zulkarnain, Rabu (11/11/2020).

Ahmad Yani ditusuk saat menghadiri resepsi pernikahan di Kampung Tanding Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Sumsel, Minggu (8/11/2020).

Korban mengalami dua luka tusuk di bagian lengan dengan total jumlah 11 jahitan.

Peristiwa terjadi saat tersangka yang tinggal di wilayah wilayah kondangan dihadiri oleh korban yang datang dari wilayah Kelurahan Pancur Pungah.

Terkait kasus ini tersangka dijerat pasal 351 Ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun kurungan penjara. (SP/ Alan)

Kasus Lainnya : Suami Tikam Selingkuhan Istri

Seorang suami pergoki istri mesra dengan pria lain.

Tanpa basa-basi, AM (44) menghadang motor yang membawa istrinya, N (38) berboncengan bersama pria lain, ABM (35).

Aksi itu dilakukan di depan masjid Al Muhajidin, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Sukmajaya, Kabupaten Bekasi, Rabu (3/11/2020) tengah malam.

Percekcokan terjadi antara AM dan ABM.

Baca juga: 18 Hari Sudah 3 Bocah Masih Hilang Misterius, Kapolsek Sampai Jatuh Sakit karena Kelelahan Mencari

Baca juga: Sederet Fakta Sosok Joe Biden Calon Presiden Baru AS yang Jarang Diketahui, Pernah Ingin Bunuh Diri

Baca juga: Sosok Letkol Dwison Evianto, Dicopot Tiba-tiba dari Jabatan Dandim 0736 Batang

AM geram melihat istrinya bermesraan dengan pria lain hingga kalap melakukan aksi nekat.

AM menebas ABM dengan celurit sebanyak enam kali.

"Kurang lebih enam bacokan. Ada di bagian punggung dan kepala," kata Kapolsek Sukmajaya, AKP Yudho Antri Hutri dilansir dari Kompas.com, Kamis (5/11/2020).

Terluka, ABM terkapar di jalanan dengan kondisi bersimbah darah.

Baca juga: Akhirnya Presiden Macron Tulis Surat Klarifikasi Soal Ucapannya, Beberkan Fakta Kondisi Prancis

Baca juga: Aku Semakin Muak, Surat Terakhir ABG untuk Mantan Pacar dan Ortu, Gantung Diri karena Patah Hati

Baca juga: 5 Gubernur di Indonesia Tetap akan Naikkan UMP 2021, Ada Anies Baswedan hingga Ganjar Pranowo

ABM sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong di perjalanan.

Follow juga:

Mesra di warung bebek

Aksi nekat AM bermula saat melihat istrinya bersama ABM mesra di warung nasi bebek.

Dijelaskan Yudho, pelaku dan korban tak saling mengenal satu sama lain.

"Pelaku dan korban tidak saling kenal, saat itu dia ingin melakukan perjalanan ke Babelan tapi tiba-tiba melihat istrinya di sebuh warung nasi bebek," kata kata Yudho.

AM kesal melihat istrinya bermesraan di warung nasi bebek tersebut.

Tanpa pikir panjang, AM sempat pulang ke rumah dan mengambil senjata tajam jenis cerulit.

Setelah mengambil cerulit, AM kembali ke warung nasi bebek tempat ia melihat istri dan pria lain.

Namun saat sampai di warung nasi bebek, AM tak lagi melihat keduanya.

Tak berhenti sampai situ, AM langsung mencari keberadaan keduanya.

"Akhirnya dia berhasil bertemu di TKP (tempat kejadian perkara), itu persis depan Masjid Mujahidin," terang Yudho.

Terjadilah penganiayaan yang menyebabkan ABM meninggal dunia.

Cemburu

"Istrinya sudah kurang lebih beberapa bulan tidak pulang, korban dengan istri pelaku ini ada hubungan (perselingkuhan)," kata Yudho, Rabu, (5/11/2020).

tribunnews
Ilustrasi mayat (Net)

Yudho memastikan, meski sudah tidak harmonis, Nurhudayati tetap merupakan istri sah dari pelaku bernama Ali.

"Pelaku sama istrinya ini masih sah sebagai pasangan suami istri, artinya mereka berdua belum bercerai," terangnya.

Dari hasil penyelidikan dan introgasi, motif pelaku melakukan penganiayaan lantaran cemburu melihat sang istri selingkuh.

"Walaupun pisah (tinggal), namun bagaimanapun statusnya masih istri sah pelaku, jadi ada indikasi cemburu," tuturnya.

Serahkan diri

AM sempat kabur setelah melakukan perbuatannya.

Namun selang beberapa saat, pria itu menyerahkan diri ke Polsek Tarumajaya Polres Metro Bekasi.

AM mengaku menyesal telah menghabisi nyawa ABM.

"Iya memang setelah melakukan hal itu (pembunuhan), pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek. Pengakuan sementara ini pelaku bertanggung jawab atas pebuatannya dan menyesal," tutur Yudho.

Karena perbuatannya, AM kini mendekam di balik jeruji besi Polsek sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.

Sebilah celurit yang dipakai AM pun sudah disimpan polisi sebagai barang bukti.

Atas perbuatannya, AM dikenakan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diduga Cekcok Soal Anak Tiri, Suami Istri di Solok Ditemukan Tewas Mengenaskan"

dan Bacok Selingkuhan Istri hingga Tewas, Pria Ini Menyesal dan Serahkan Diri ke Polisi

Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved