4 Faktor Kunci di Balik Tumbangnya Donald Trump Sang Petahana, Analisa Pilpres AS

Pasangan Joe Biden dan Kamala Harris memang dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2020.

Editor: Moch Krisna
New York Post
Ini keuntungan Indonesia jika Joe Biden berhasil jadi Presiden AS dan kalahkan Donald Trump 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Pasangan Joe Biden dan Kamala Harris memang dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2020.

Setelah hampir 50 tahun memegang jabatan publik, dan ambisi seumur hidup untuk menjadi presiden, Joe Biden akhirnya akan jadi orang no 1 di Amerika Serikat.

Ini bukanlah kampanye yang diprediksi siapa pun. Dan terjadi di tengah pandemi sekali-dalam-satu abad serta kerusuhan sosial yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Ia mencalonkan diri melawan petahana yang tidak konvensional dan menentang preseden.

Bagaimana Biden bisa memenangkan pertarungannya melawan petahana? Apa kunci kemenangan putra seorang penjual mobil asal Delaware sehingga bisa mendapat "tiket" masuk ke Gedung Putih?

1. Kampanye sederhana

Sepanjang karier politiknya, Biden mendapat reputasi sebagai politikus yang sering salah bicara.

Kesalahan-kesalahan itu menjadi salah satu faktor yang menggagalkan kampanye pemilihan presidennya pada tahun 1987 dan 2008.

Dalam ikhtiar ketiganya untuk Ruang Oval, Biden masih beberapa kali salah omong, tapi kesalahan itu tidak begitu sering sehingga tidak pernah menjadi masalah jangka panjang.

Sebagian dari penjelasan untuk ini, tentu saja, adalah bahwa Presiden Trump sendiri adalah sumber berita yang tak henti-hentinya.

Faktor lain adalah ada cerita yang lebih besar - pandemi virus corona, aksi protes menyusul kematian pria kulit hitam George Floyd, dan masalah ekonomi - yang mendominasi perhatian nasional.

Tetapi setidaknya beberapa pujian perlu diberikan pada strategi kampanye Biden untuk membatasi eksposur kandidat mereka, menjaga tempo dalam kampanye, dan meminimalkan risiko masalah akibat kelelahan atau kecerobohan.

Barangkali dalam situasi pemilihan biasa, ketika kebanyakan rakyat Amerika tidak khawatir akan paparan virus, strategi ini akan menjadi bumerang. Mungkin dalam situasi itu ejekan "hidin 'Biden" dari Trump akan efektif.

Namun tim kampanye Biden berusaha untuk tetap tenang dan membiarkan mulut Trump mengkhianati dirinya sendiri - dan, pada akhirnya, strategi itu berbuah manis.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved