Breaking News:

Spirit Bisnis

UMKM Ini Bertahan di Masa Pandemi Covid 19, Rahasianya Manfaatkan Hal Sederhana

Untuk itu, pelaku usaha harus pintar-pintar menerapkan strategi agar tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19

Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Diky Handoko, pemilik usaha DQ Salad menawarkan dagangannya melalui fitur-fitur aplikasi online 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pandemi Covid-19 yang dimulai sejak awal 2020 berimbas pada berbagai sektor ekonomi. Tidak hanya korporasi besar, dampak langsung juga dirasakan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Untuk itu, pelaku usaha harus pintar-pintar menerapkan strategi agar tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Seperti UMKM DQ Salad yang berbasis kuliner, yang berada di Jalan Orde Baru Kawasan Sekip Ujung Kecamatan Kemuning Palembang ini, mampu bertahan di tengah pandemi dengan melakukan adaptasi strategi secara sederhana.

Diky Handoko, pemilik usaha DQ Salad menawarkan dagangannya melalui fitur-fitur aplikasi online kepada para pembelinya, baik GrabFood, gofood, Ovo ataupun Shopee, menjadikannya usaha rumahan yang dirintisnya sejak 2018 lalu masih bertahan hingga saat ini.

Diky sendiri awalnya mengaku penjualannya saat pandemi turun drastis, karena banyak mengandalkan sistem offline. Tak mau diam saja, dia akhirnya melakukan adaptasi bisnis secara total untuk menyelamatkan bisnisnya dengan melakukan inovasi dan upgrade produk kuliner yang ditawarkan.

Alhasil, DQ Salad yang juga menjual produk kuliner seperti spageti dan roti beredam, omzet penjualamnya kembali mulai meningkat kembali.

"Kuncinya saya bisa bertahan saat ini, karena mengikuti sistem (adaptasi) dengan pemanfaatan digital sehingga menjual produk secara on line. Saya merasa bisnis saya bisa tetap dapat jalan secara optimal, berkat bantuan dari fitur-fitur aplikasi yang ada," katanya.

Selain itu, Diky sendiri untuk mengupgrade produk hanya tinggal mengotak atik tablet yang ia miliki, dan tak segan- segan ia pun memberikan diskon harga pada saat tertentu, sehingga menjadi perhatian calon pembeli.

"Yang pasti lewat aplikasi ada up harga (naikkan harga), namun kita bersama mitra tetap memberikan diskon. Tapi kalai bembelian biasa (off line) lebih hemat," jelas Diky yang diakuinya saat ini penjualan kulinernya 80 persen lewat aplikasi dan mayoritas salad yang banyak peminatnya.

Ditambahkan bapak 4 anak ini, di masa pandemi Covid-19 ini yang belum tahu kapan berakhirnya, pihaknya tetap menjamin produknya tetap higienis dan sehat, termasuk bagi para pembeli atau driver pengantar.

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved