Breaking News:

Berita OKU Selatan

Pria Beristri di OKU Selatan Berbuat Asusila Kepada Keponakannya yang Pulang Kampung

Kelakuan bejatnya terbongkar setelah korban yang masih anak-anak tersebut menceritakan pada Ibunya

Editor: Wawan Perdana
Sripo/ Alan Nopriansyah
Hl (37 tahun) warga Kecamatan Buana Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, Sumsel, yang berbuat asusila kepada keponakannya menjalani pemeriksaan di Polres OKU Selatan, Rabu (4/11/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA-Hl (37 tahun) warga Kecamatan Buana Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, Sumsel, meringkuk di sel tahanan Mapolres OKU Selatan.

Ia ditangkap karena melakukan kekerasan seksual terhadap keponakannya sendiri yang berusia sembilan tahun,

Pelaku mengaku telah dua kali melakukan perbuatan asusila terhadap korban.

Kelakuan bejatnya terbongkar setelah korban yang masih anak-anak tersebut menceritakan pada Ibunya.

Orang tua korban dan kepala desa kemudian melaporkan perbuatan itu kepada Polres OKU Selatan.

Dihadapan kepolisian, tersangka yang telah beristri tersebut mengaku gelap mata sejak melihat keponakannya pulang kampung dari Pulau Jawa 3 bulan lalu.

Baca juga: Pelajar di Palembang Dirudapaksa Pria Baru Dikenalnya di Facebook, Setelah Itu Ditinggalkan di Jalan

Keponakannya tinggal satu atap, sedangkan orang tua pelaku sedang sibuk bekerja di wilayah Pasar Kota Muaradua.

"Sejak kepulangannya dari Jawa jadi nafsu melihatnya, akan tetapi tidak sampai saya setubuhi,"ujar Pelaku Holidi, Rabu (3/11/2020).

Diakuinya, aksi pencabulan terakhir dilakukannya saat siang hari.

Ia sewaktu pulang mandi mendapati korban sedang berada di rumah.

Korban sempat berontak melakukan perlawanan namun tetap saja tak mengurungkan niat pelaku.

"Saya lakukan cuman dua kali di rumah, Hanya saya pegang-pegangi semua," tambah Hl.

Kapolres OKU Selatan AKBP Zulkarnain Harahap melalui Kasatreskrim AKP Apromico, membenarkan terkait tindakan pencabulan dilakukan antara seorang Paman dan keponakan yang masih dibawah umur.

Baca juga: Awalnya Cuma Ingin Pakai Jasa PSK Namun Membunuh karena Tergiur Demi Uang

"Tersangka dan korban memiliki hubungan keluarga, yaitu paman dari korban sendiri dan satu kali tindakan cabul dengan kekerasan, kasus ini akan kita tangani sebaik-baiknya"ujar AKP Apromico, Rabu (3/11/2020).

Akibat perbuatannya melakukan tindakan cabul diserta kekerasan, pelaku dijerat pasal 82 Ayat (1) Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara. (SP/ Alan)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved