Pilkada OKU Timur 2020
Adik dan Iparnya Bertarung di Pilkada OKU Timur, Ini Jawaban Herman Deru Sosok Pilihannya
Kedua calon Bupati yang bakal bertarung, Lanosin Hamzah dan Kolonel Inf Ruslan Taimi merupakan adik kandung dan Ipar Herman Deru
Penulis: Yohanes Tri Nugroho | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Walk The Talk With Weny Episode kedua menyuguhkan tema "Pusaran Saudara di Tengah Pilkada Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) 2020."
Pilkada OKU Timur mempertemukan dua saudara dekat Gubernur Sumsel, Herman Deru.
Kedua calon Bupati yang bakal bertarung, Lanosin Hamzah dan Kolonel Inf Ruslan Taimi merupakan adik kandung dan Ipar Herman Deru.
Perjalanan "Walk The Talk With Weny" dimulai dengan mewawancarai pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati No 1 OKUT Lanosin Hamzah dan HM Adi Nugraha Purna Yudha.
Pemimpin Redaksi Sriwijaya Post, L Weny Ramdiastuti mengajukan sejumlah pertanyaan tentang visi dan misi hingga dapat merebut dukungan 11 parpol pendukung.
"Bukan direbut buk, dukungan tidak perlu rebut merebut. Jadi harus dari kita berkomunikasi dan diuji mereka, kalau memang cocok berarti kita lulus ujian itu," katanya.
Weny pun melontarkan pertanyaan.
"Habis berapa Milyar? " tanyanya.
Lanosin pun langsung menjawab tegas.
"Jadi kalau masalah biaya, tidak semua parpol saya mengeluarkan biaya" katanya.
"Nggak mungkin lah zaman sekarang" kata Weny menyela.
Lanosin pun menjawab.
"Kita bicara kebijakan dan harapan kedepan"
Weny pun kembali mencecar
"10 M ada" tanya Weny.
Lanosin pun tersenyum. Adik ke 12 Herman Deru pun menjawab.
"Kalau berbicara itu, tidak bisa dinilai dari materi yang dimiliki pemimpin. Bagaimana caranya untuk mendapatkan dukungan tadi. Itulah kekayaan yang dimiliki pemimpin," katanya.
Pertanyaan selanjutnya, tentang kedekatan Lanosin dengan Gubernur Herman Deru.
"Iya, Saya sangat dekat dan diistimewakan berliau (Herman Deru). Karena saya pernah bilang ke beliau. Apabila ketulusan mengabdi pada OKUT tetap terjaga maka amal beliau tetap terjaga sampai akhirat nanti," katanya.
Lalu tentang persaingan dengan saudara dekat di pilkada 2020. Bagaimana respon pak Gubernur?
"Jadi begini, kalau saya lihat sebagai abang. Tidak pernah melarang jika saudaranya melakukan sosialisasi pencalonan. Itu merupakan keleluasaan bagi kami," katanya.
Selanjutnya, Wawancara pun berlanjut ke Calon Bupati dan Wakil Bupati No 2, Kolonel Inf Ruslan Taimi dan dr Herly Sunawan.
Wawancara diawali pertanyaan seputar keputusan Kolonel Inf Ruslan Taimi untuk maju dalam pilkada OKUT.
Padahal kariernya sudah cukup menjulang tinggi.
"Dari pribadi saya, manakala saya diminta memilih, saya harus memilih. Saya keluaran dari akademi militer tahun 1992. Artinya sudah hampir 24 tahun mengabdi sehingga keluar keinginan mengabdi diluar institusi angkatan darat,"
"Dimana saya mau mengabdi? Tidak lain ditanah kelahiran saya di kabupaten OKUT, saya lahir di BK 1 Tanjung Bulan, menempuh SD, SMP di sana. Orang tua saya kepala desa dua periode waktu itu," katanya.
Lalu perjalanan Kolonel Inf Ruslan Taimi dan dr Herly Sunawan hingga dapat maju dari jalur independen.
Padahal kebanyakan calon memilih jalur partai politik (parpol).
"Saya seorang tentara,TNI itu mencintai rakyat, TNI berasal rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, semua untuk rakyat, lalu kedaulatan berada ditangan rakyat. Rakyat itu orangtua TNI, artinya TNI anaknya rakyat, saya mau maju minta restu dari rakyat," katanya
"Seperti anak minta restu ke orangtua, Alhamdulillah orangtua mendukung anaknya yakni kami berdua untuk maju dalam pilkada OKUT 2020." katanya melanjutkan.
Weny pun bertanya sulitnya mendapat dukungan langsung dari rakyat.
Kolonel Inf Ruslan Taimi pun menjawab singkat.
"Saya kira yang mendapat dukungan rakyat untuk maju itu hanya orang pintar dan cerdas," katanya.
Lalu pertanyaan berlanjut pada pusaran saudara yang terjadi di pilkada OKUT 2020.
"Tentang pilkada OKUT yang semua saudara, ini masih mending hanya dua, mulanya ada tiga. Ketika di politik semua ingin menang, yang lain tak boleh menang. Harus satu. Ada riak politik lah, tapi kita sikapi dengan baik," katanya.
"Situasi politik dalam pilkada kan pertempuran, bertempur itu harus ada musuh. Lawan kita itu musuh kita, kalau kita peluk pelukkan lalu prajuritnya gimana nanti. kita tunjukkan kita militansi, siapapun dia itu musuh kita," tegasnya.
Terakhir, Weny mewawancari langsung Gubernur, Herman Deru di Griya Agung. Orang nomor satu di Sumsel itu langsung diminta memilih antara kedua saudara yang tengah bersaing.
"Jawabannya tidak bisa sepenggal, jadi harus ada cerita dulu. Bahwa setiap warga negara punya hak memilih dan dipilih. Kenapa bisa terjadi saudara maupun kandung maupun ipar ingin ikut dalam pilkada. Itu hal yang wajar," katanya.
Herman Deru kemudian menceritakan bagaimana keluarga besarnya sudah mengedepankan demokrasi.
Sekalipun ayahnya tegas dan disiplin tapi untuk masalah pilihan politik sangat demokratis.
"Maka dulu waktu saya ikut pilkada pertama, dalam politik semua punya hak. Cerita satu keluarga ikut mencalon itu sudah lama, saya dulu lawan kakak kandung harus berhadapan. Tapi yang terpenting, saya tetap adik dari kakak saya," katanya.
Herman Deru mempersilahkan kepada adik adiknya untuk berkompetisi untuk mendapatkan kursi Bupati OKUT.
Melalui program program unggulan masing- masing untuk memajukan masyarakat di OKUT.
"Saya sudah bilang ke mereka, untuk kebaikan silahkan bawa nama saya. Selama tidak untuk keburukan. Kalau pertanyaannya dukung mendukung. Masyarakat OKUT sudah sangat dewasa, tapi kalau saya berdasar survei, siapa yang tertinggi. Saya yang partai saya mengusung," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/gubernur-herman-deru-pastikan-sumsel-segera-miliki-bank-gabah123.jpg)