Pilkada PALI

Debat Pilkada PALI Soal Pengelolaan Candi Bumi Ayu, Darmadi Sebut Belum Dikelola Profesional

Pengelolaan di candi ini belum profesional, salah satunya belum ada buku tamu, padahal itu sangat penting

Penulis: Yohanes Tri Nugroho | Editor: Wawan Perdana
Istimewa
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI) di Hotel Harper, Palembang, (19/10/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI) di Hotel Harper, Palembang, (19/10/2020).

Debat publik pertama ini diikuti pasangan calon (paslon) nomor 01 Devi Harianto-Darmadi Suhaimi (DHDS) dan paslon nomor urut 02, Heri Amalindo-Soemarjono (HERO).

Debat yang disiarkan langsung melalui sebuah TV swasta itu diawali penyampaian visi dan misi oleh masing-masing pasangan calon.

Kemudian pendalaman visi dan misi yang dilakukan oleh tiga orang panelis.

Peristiwa menarik terlihat saat seorang panelis, Farida R Wargadalem mempertanyakan kepada kedua paslon.

Bagaimana yang akan dilakukan para paslon dalam mengembangkan kebudayaan Pali terutama Candi Bumi Ayu.

Pertanyaan itu kemudian dijawab oleh pasangan nomor urut 1, Devi Harianto SH MH-H Darmadi Suhaimi SH (DHDS).

Devi menyebut Kabupaten PALI memang kaya akan sumber daya alam dan kebudayaan.

"Kalau Bali itu hanya kaya kebudayaan, tapi Pali kaya sumber daya alam dan Kebudayaan. Ini tinggal pemimpinnya bagaimana mengelolanya," katanya

Ditambahkan, calon wakil Bupati, Darmadi Suhaimi, khususnya Candi Bumi Ayu memang hingga saat ini belum dikelola dengan baik.

"Kami sering melihat objek wisata misalnya di kota Bengkulu. Tapi di candi bumi Ayu bisa saya katakan pengelolaan belum profesional, salah satunya belum ada buku tamu, padahal itu sangat penting," katanya

Sementara itu, menanggapi pertanyaan yang sama, Calon Bupati Petahana Heri Amalindo menyebut, pengelolaan Candi Bumi Ayu berada di tangan kementerian bukan berada di tangan Kabupaten.

"Pengelolaan Candi Bumi Ayu berada di tangan pusat, bukan di tangan Kabupaten. Kita tidak bisa membangunnya langsung. Kita condong ke infrastruktur menuju ke sana, itu sudah kita bangun bahkan ada dua jembatan besar juga," katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved