Breaking News:

Berita PALI

Gunakan Dana Rp 5 Miliar, Gedung Pasar Rakyat Desa Betung PALI Rusak Tak Kunjung Digunakan

Pembangunan menggunakan anggaran APBN melalui Tugas Pembantuan (TP) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp5 miliar Tahun 2018

Editor: Wawan Perdana
Sripo/ Reigan
Bangunan gedung pasar rakyat di Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kondisinya kini kian hari makin memprihatinkan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI-Bangunan gedung pasar rakyat di Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kondisinya kini kian hari makin memprihatinkan.

Bangunan pasar yang terletak di tengan kebun karet, berjarak dua Kilometer dari pemukiman warga ini kini dipenuhi semak belukar setinggi orang dewasa.

Kondisi diperparah dengan beberapa pintu rolling door sudah tak terkunci lagi dan plafon yang jebol.

Pembangunan menggunakan anggaran APBN melalui Tugas Pembantuan (TP) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp5 miliar Tahun 2018 lalu hingga kini tak kunjung dipergunakan sebagai tempat jual beli masyarakat.

“Jika terus dibiarkan tanpa perawatan, maka bangunan ini akan lapuk kemudian rusak. Plafonnya juga sudah banyak yang jebol. Jadi terkesan sangat angker dengan banyak tumbuhan liar," ungkap Joko warga Desa Betung, Minggu (18/10/2020).

Baca juga: Bulan Depan Kejari Prabumulih Bongkar Dugaan Korupsi Merugikan Negara Miliaran Rupiah

Menurutnya, ia mengaku heran apa yang menyebabkan bangunan pasar yang terdiri dari beberapa kios dan los itu tak juga kunjung dimanfaatkan.

Sementara, pasar kalangan yang aktif selama ini masih berupa los semi permanen.

“Uang negara yang dipakai untuk membangun pasar itu sudah banyak dikucurkan. Namun belum ada azaz manfaatnya sama sekali. Terhitung sudah 2 tahun ini dibiarkan kosong saja. Seharusnyakan banyak yang lebih bermanfaat," ungkapnya.

Kepala Desa Betung, Suparman, dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu perihal pasar itu. Baik soal sebelum pembangunan, saat proses pekerjaan, hingga selesai.

“Saya tidak tahu apa-apa soal pasar itu. Namun, baik masyarakat maupun pedagang tidak mau pindah ke sana." katanya.

Baca juga: Andi Tewas Dilindas Truk yang Dikendarainya, Tinggalkan Seorang Anak Masih Kelas 5 SD

Sementara, Kepala Disperindag PALI, Ida Murtini melalui Kabid Perdagangan Ahmad Deni berkata, banyak faktor hingga bangunan pasar tersebut belum difungsikan.

Namun ia enggan berkomentar banyak terkait hal ini.
"Langsung saja ke kepala dinas ya," katanya singkat.

Sementara, dikonfirmasi melalui pesan aplikasi dan sambungan seluler belum ada tanggapan dari bersangkutan.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved