Wisata dan Kuliner

3 Tempat Wisata Religi di Indralaya Ogan Ilir, Nikmati Keindahan Masjid Bajumi Wahab 

Namun tahukah Tribuners, ada beberapa destinasi wisata religi yang patut jadi daftar tujuan wisata saat berkunjung ke Ogan Ilir

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Agung Dwipayana
Masjid Bajumi Wahab, masjid megah yang dimiliki kabupaten Ogan Ilir, terletak di jalan raya lintas timur (jalintim) Desa Tanjung Sejaro, Inderalaya, 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA-Kabupaten Ogan Ilir atau nama lainnya Bumi Caram Seguguk memiliki sejumlah destinasi wisata yang cukup dikenal masyarakat khususnya di Sumatera Selatan

Destinasi wisata yang terkenal diantaranya Jembatan Pesona Tanjung Senai, Danau Teluk Seruo, Kampung Warna-warni Desa Burai dan destinasi wisata lainnya.

Namun tahukah Tribuners, ada beberapa destinasi wisata religi yang patut jadi daftar tujuan wisata saat berkunjung ke Ogan Ilir.

Lalu, apa saja destinasi wisata religi yang dimaksud?

Berikut ini kami menyajikan tiga destinasi wisata religi yang ada di Ogan Ilir.

Makam Putri Pinang Masak di Desa Senuro, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir.
Makam Putri Pinang Masak di Desa Senuro, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir. (Tribun Sumsel/ Agung Dwipayana)

1. Makam Putri Pinang Masak

Makam Putri Pinang Masak di Desa Senuro, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir.

Menurut penuturan pemuka desa setempat, konon ceritanya pada 350 tahun yang lalu, tersebutlah seorang putri yang bernama Nafisa dan bergelar Putri Pinang Masak.

Putri Pinang Masak berasal dari Kerajaan Banten dan bermukim di Empat Ulu Laut Palembang.

Putri Pinang Masak yang terkenal karena kecantikannya, banyak dikagumi oleh para raja dan sunan di masa itu.

Putri Pinang Masak banyak menerima lamaran dari raja, sunan, bahkan si Pahit Lidah dan Raja Sriwijaya di masa itu ingin mempersunting Putri Pinang Masak untuk dijadikan selir, namun sang putri menolaknya.

Karena begitu banyaknya petinggi kerajaan yang ingin melamar Putri Pinang Masak dan disertai dengan ancaman jika menolak, Putri memutuskan untuk kabur dari istana bersama beberapa pengawalnya.

Putri Pinang Masak kabur menyusuri sungai Ogan selama beberapa bulan dan tibalah ia di Muara yang sekarang lebih dikenal dengan Muara Meranjat yang berlokasi di Indralaya Selatan.

Dari Muara, Putri meneruskan perjalanannya hingga ke Desa Senuro.

Di desa ini, jejak pelarian Putri Pinang Masak terendus oleh para raja yang ingin melamarnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved