Demo Menolak UU Omnibus Law di Palembang
Polrestabes Palembang Serahkan Kelompok Anarko ke Bareskrim Polri
Aparat kepolisian kembali mengamankan sejumlah orang pada aksi demo ratusan mahasiswa di Palembang guna menolak undang-undang omnibus law cipta kerja
Penulis: Shinta Dwi Anggraini |
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Aparat kepolisian kembali mengamankan sejumlah orang pada aksi demo ratusan mahasiswa di Palembang guna menolak undang-undang omnibus law cipta kerja, Senin (12/10/2020).
"Saya belum terima laporan berapa orang yang diamankan hari ini. Tapi memang ada beberapa orang yang diamankan pada saat anggota kita melakukan penyisiran diseputaran lokasi demo," ujar Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji.
Sebelumnya, selama tiga hari aksi demo terjadi di Palembang, sudah ada ratusan orang yang berhasil diamankan.
Anom menjelaskan, ratusan orang tersebut dibagi ke dalam dua kelompok.
Kelompok pertama adalah orang-orang yang diduga anarko.
Selanjutnya, kelompok kedua diamankan lantaran melakukan pengrusakan fasilitas negara terutama mobil dinas polisi saat kericuhan dalam aksi demo terjadi beberapa waktu lalu di Palembang.
"Untuk yang diduga anarko, saat ini berkasnya telah kami serahkan ke bareskrim untuk disisir bersama secara nasional. Sedangkan untuk pengrusakan fasilitas negara termasuk mobil polisi, sudah kami tetapkan enam tersangka dan ada beberapa orang yang masih DPO. Mereka terus kami cari keberadaannya," kata Anom.
Lebih lanjut dikatakan, orang-orang yang telah diamankan berasal dari latar belakang berbeda-beda.
"Ada yang pengangguran, mahasiswa hingga pelajar," ujarnya.
Saat ini sudah ada ratusan orang yang sudah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polrestabes Palembang.
"Sisanya yang tidak terlibat, sudah kami kembalikan dengan metode kalau dia pelajar, kami libatkan pihak sekolah dan tentunya orang tua.
Tentunya kami berharap, apalagi dimasa covid ini dimana semua sekolah diberlakukan belajar daring, seharusnya pelajar bisa belajar di rumah. Bukan malah turun ke jalan dan ikut-ikutan menggelar aksi demo," ujarnya.