Breaking News:

Viral Kisah Pilu Dodo, Anak Disabilitas Peluk Jenazah Ibu & Ditelantarkan Ayah, Begini Nasibnya

Sepeninggal mendiang ibunya, Dodo yang bernama lengkap Sanrido Sutopai kini terpaksa menumpang di rumah tetangganya karena masih kecil.

Editor: Kharisma Tri Saputra
kolase TikTok @daniar_ch11
Viral kisah pilu Dodo, anak disabilitas menangis peluk jenazah ibunya, sang ayah tega menelantarkan 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANGKA--  Sebuah kisah viral di media sosial dimana seorang bocah disabilitas ditinggal oleh ibunya lantaran sakit dan meninggal dunia.

Ada seorang bocah berusia lebih kurang 10 tahun bernama Dodo yang menciumi ibunya yang sakit dan kini telah meninggal dunia, dilansir dari akun Instagram milik @manaberita pada Minggu, (11/10/2020).

Perihal ayahnya, tak ada satupun yang mengetahui keberadaannya, kini Dodo menumpang di tetangganya ini di kawasan RT/RW 2/8 Desa Gadung.

Sepeninggal mendiang ibunya, Dodo yang bernama lengkap Sanrido Sutopai kini terpaksa menumpang di rumah tetangganya karena masih kecil.

Rencananya Dodo, hendak dipulangkan ke Sukabumi untuk bertemu keluarganya sekaligus mengurusi dan menjaganya, namun terkendala keuangan sehingga masih menunggu bantuan dari para donatur untuk memberikan bantuan baik berupa akomodasi dan uang. 

Seorang tokoh masyarakat di Desa Gadung sekaligus Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Bangka Selatan, Muhammad Rosidi mengakui dirinya sempat bertemu dengan Dodo untuk mengetahui keadaan sang anak kecil yang telah ditinggalkan oleh kedua orangtuanya itu.

"Info yang kami terima, ibunya sakit dan meninggal dunia dan saat ini sang anak menumpang di rumah tetangganya," ungkap Rosidi kepada Bangkapos.com pada Minggu, (11/10/2020).

Ia merasa iba melihat kondisi sang anak karena berusia masi sangat kecil tetapi telah ditinggalkan dan sebatang kara.

"Alhamdulillah tadi pagi saya ketemu langsung dan keadaannya sehat meskipun anak ini sedikit kesulitan untuk berbicara," tuturnya.

Lebih lanjut Rosidi mengakui jika ada pihak keluarga Dodo yang saat ini berada di Sukabumi, Jawa Barat yang ingin mengasuh sang anak namun mengalami keterbatasan perekonomian.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved