Breaking News:

Wisata dan Kuliner

Sepi Pengunjung Dampak Covid-19, Hotel City Lubuklinggau Berhenti Operasi

Hotel City di Kota Lubuklinggau memilih berhenti beroperasi akibat tingkat hunian dari pengujung anjlok selama wabah pandemi Covid-19

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Wawan Perdana
Istimewa
Hotel City di Kota Lubuklinggau memilih berhenti beroperasi akibat tingkat hunian dari pengujung anjlok selama wabah pandemi Covid-19 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Hotel City di Kota Lubuklinggau memilih berhenti beroperasi akibat tingkat hunian dari pengujung anjlok selama wabah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Lubuklinggau Purnomo menyampaikan, dalam laporannya setelah berhenti beroperasi hotel tersebut akan beralih fungsi menjadi unit usaha lain.

"Untuk pekerjannya sebagian di tampung di unit lain yakni Hotel Dwinda karena masih satu group, termasuk GM-nya pindah juga ke hotel yang sama (Dwinda)," kata Purnomo pada wartawan, Minggu (11/10/2020).

Purnomo menyebutkan, dari 30 pekerjanya saat ini sebagian sudah bekerja lagi, sementara untuk di rumahkan hak-haknya sebagai pegawai telah perusahaan penuhi.

"Sebelum dirumahkan hak pegawainya sudah di bayar. Sehingga dalam laporannya tidak ada lagi sangkut paut antara karyawan yang dirumahkan dengan pihak hotel," ungkapnya.

Viral Dokter Meninggal Karena Covid-19, Keluarga Duga Dipaksa Pakai Masker Sama Berminggu-minggu

Menurut Purnomo, alasan pihak Hotel City berhenti operasi karena semenjak pandemi Covid-19 antara pemasukan dengan pengeluaran tidak lagi seimbang.

Akhirnya dari pada terus merugi lebih baik dialih fungsikan.

"Yang jelas semenjak Covid-19 ini, karena yang terdampak sekali adalah jasa perhotelan dan bidang pariwisata lainnya, hampir semua 22 hotel di Lubuklinggau rata-rata kan sepi pengunjung," ungkapnya.

Untuk itu, ia mengimbau bagi hotel yang ingin berhenti beroperasi harap segera melapor.

Sule dan Nathalie Holscher Diam-diam Sudah Sah Menikah, Ibu RT dan Sahabat Kompak Ungkap Fakta Ini

Supaya perusahaan tidak lagi kena iuran BPJS dan BPJS akan menghapus kewajipan perusahaan setelah keluar surat berhenti operasi dari Disnaker.

"Karena kalau tidak lapor dan Disnaker tidak menerbitkan surat berhenti operasional maka iuran BPJS pegawainya tetap akan terus ditagih BPJS," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved